Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah ABK Kapal Roro Banjarmasin–Surabaya, Rela Tak Mudik Demi Layani Pemudik

Kompas.com, 16 Maret 2026, 08:54 WIB
Andi Muhammad Haswar,
Ihsanuddin

Tim Redaksi


BANJARMASIN, KOMPAS.com - Mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti banyak orang untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga.

Bagi para perantau, hari raya menjadi waktu yang paling dinantikan setelah lama berpisah dengan orang-orang tercinta.

Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati momen tersebut.

Sejumlah profesi justru harus tetap bekerja saat arus mudik berlangsung, salah satunya anak buah kapal (ABK).

Baca juga: Ketika Wartawan Tak Mudik Lebaran...

Di tengah kesibukan melayani pemudik, para ABK harus rela menahan rindu kepada keluarga demi memastikan perjalanan penumpang berjalan lancar.

Tak Mudik Demi Melayani Pemudik

Dadang Triyono menjadi salah satu yang merasakan kondisi tersebut. Pria yang akrab disapa Dadang itu bekerja sebagai ABK kapal roll on/roll off (roro) milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang melayani rute Banjarmasin–Surabaya.

Bagi Dadang, momen Lebaran justru identik dengan kesibukan bekerja di kapal.

“Namanya pekerjaan tak bisa ditinggalkan, ya kita ini tak mudik justru melayani mereka yang mudik,” ujar Dadang kepada Kompas.com, Minggu (15/3/2026).

Ia mengaku sudah hampir 10 tahun bekerja sebagai ABK. Selama kurun waktu tersebut, ia hanya dua kali merasakan mudik saat Lebaran.

Meski demikian, Dadang tidak menyesali hal tersebut. Menurutnya, kesempatan berkumpul dengan keluarga masih bisa dilakukan di waktu lain.

“Kalau momen mudik memang jarang yang pulang, tidak hanya saya. Itu karena tuntutan pekerjaan, tapi di momen lain kita tetap bisa pulang,” ucap Dadang.

Baca juga: Sempat Terkendala Ombak Tinggi, 7 ABK Kapal Pelni yang Mati Mesin Dievakuasi

Di Kapal Motor (KM) Dharma Rucitra I, Dadang bekerja sebagai Kepala Kerja. Ia bertanggung jawab mengoordinasikan kru kapal sesuai tugas masing-masing agar pelayanan kepada penumpang tetap berjalan baik.

Menjaga Mesin Kapal Tetap Berfungsi

Kapal KM Dharma Rucitra I  yang dioperasikan PT DLU. Kapal jenis roro ini melayani rute Banjarmasin-Surabaya.KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWAR Kapal KM Dharma Rucitra I yang dioperasikan PT DLU. Kapal jenis roro ini melayani rute Banjarmasin-Surabaya.

Pengorbanan serupa juga dirasakan Sutomo, salah satu ABK KM Dharma Rucitra I yang bertugas di bagian mesin kapal.

Menurut Sutomo, pekerjaannya memiliki peran penting karena kondisi mesin kapal harus selalu dipantau selama pelayaran.

Halaman:


Terkini Lainnya
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
Regional
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Kisah ABK Kapal Roro Banjarmasin–Surabaya, Rela Tak Mudik Demi Layani Pemudik
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat