BANJARMASIN, KOMPAS.com - Mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti banyak orang untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga.
Bagi para perantau, hari raya menjadi waktu yang paling dinantikan setelah lama berpisah dengan orang-orang tercinta.
Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati momen tersebut.
Sejumlah profesi justru harus tetap bekerja saat arus mudik berlangsung, salah satunya anak buah kapal (ABK).
Baca juga: Ketika Wartawan Tak Mudik Lebaran...
Di tengah kesibukan melayani pemudik, para ABK harus rela menahan rindu kepada keluarga demi memastikan perjalanan penumpang berjalan lancar.
Dadang Triyono menjadi salah satu yang merasakan kondisi tersebut. Pria yang akrab disapa Dadang itu bekerja sebagai ABK kapal roll on/roll off (roro) milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang melayani rute Banjarmasin–Surabaya.
Bagi Dadang, momen Lebaran justru identik dengan kesibukan bekerja di kapal.
“Namanya pekerjaan tak bisa ditinggalkan, ya kita ini tak mudik justru melayani mereka yang mudik,” ujar Dadang kepada Kompas.com, Minggu (15/3/2026).
Ia mengaku sudah hampir 10 tahun bekerja sebagai ABK. Selama kurun waktu tersebut, ia hanya dua kali merasakan mudik saat Lebaran.
Meski demikian, Dadang tidak menyesali hal tersebut. Menurutnya, kesempatan berkumpul dengan keluarga masih bisa dilakukan di waktu lain.
“Kalau momen mudik memang jarang yang pulang, tidak hanya saya. Itu karena tuntutan pekerjaan, tapi di momen lain kita tetap bisa pulang,” ucap Dadang.
Baca juga: Sempat Terkendala Ombak Tinggi, 7 ABK Kapal Pelni yang Mati Mesin Dievakuasi
Di Kapal Motor (KM) Dharma Rucitra I, Dadang bekerja sebagai Kepala Kerja. Ia bertanggung jawab mengoordinasikan kru kapal sesuai tugas masing-masing agar pelayanan kepada penumpang tetap berjalan baik.
Kapal KM Dharma Rucitra I yang dioperasikan PT DLU. Kapal jenis roro ini melayani rute Banjarmasin-Surabaya.Pengorbanan serupa juga dirasakan Sutomo, salah satu ABK KM Dharma Rucitra I yang bertugas di bagian mesin kapal.
Menurut Sutomo, pekerjaannya memiliki peran penting karena kondisi mesin kapal harus selalu dipantau selama pelayaran.