BREBES, KOMPAS.com - Sejumlah pusat oleh-oleh khas Brebes mulai dipadati pembeli memasuki H-3 menjelang Lebaran 1447 Hijriah.
Lonjakan pengunjung terlihat signifikan di sentra oleh-oleh yang berada di jalur arteri pantura Brebes, Jawa Tengah, tepatnya di sebelah barat Jembatan Kali Pemali.
Salah seorang pembeli, Ika (32), mengaku sengaja singgah untuk membeli telur asin sebagai oleh-oleh bagi keluarga di kampung halaman.
"Kalau ke Brebes rasanya belum lengkap tanpa beli telur asin. Ini untuk oleh-oleh keluarga di rumah," kata Ika, pemudik tujuan Semarang pada Rabu (18/3/2026).
Baca juga: Puncak Arus Mudik, 50.814 Penumpang Penuhi Stasiun di Daop 8 Surabaya
Berdasarkan pantauan di lapangan, deretan kendaraan berpelat luar daerah tampak memadati area parkir.
Para pengunjung terlihat berburu berbagai produk khas Brebes, dengan telur asin menjadi komoditas yang paling diminati oleh para pemudik yang melintas.
Fenomena menarik terlihat dari pemudik yang sengaja keluar dari jalur bebas hambatan demi berbelanja di jalur arteri.
Ratna Dewi (36), pemudik tujuan Pemalang, mengaku sengaja keluar dari Gerbang Tol (GT) Brebes Barat untuk menyisiri jalur pantura.
"Sengaja keluar dari tol buat beli telur asin. Kalau di pantura lebih murah dibanding rest area. Mau dibawa ke kampung halaman sekaligus untuk kembali ke Jakarta," kata Ratna.
Meningkatnya aktivitas di pusat oleh-oleh ini menjadi salah satu indikator mulai menggeliatnya arus mudik Lebaran 2026.
Jalur Pantura tetap menjadi pilihan utama bagi pemudik dari arah barat yang ingin membawa buah tangan khas daerah sebelum menuju Jawa Tengah dan sekitarnya.
Salah satu pelaku usaha oleh-oleh Telur Asin Yes, Dhani Bagus Purnama, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi lonjakan permintaan selama arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
"Penjualan mulai meningkat dan kami optimistis tren ini akan terus naik hingga puncak arus mudik. Dibanding hari biasa, permintaan sudah terlihat lebih tinggi," kata Dhani.
Untuk mengantisipasi lonjakan pembeli, Dhani mengaku telah meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan.
Baca juga: Puncak Arus Mudik, 50.814 Penumpang Penuhi Stasiun di Daop 8 Surabaya
Berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, peningkatan produksi telur asin bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat dari hari normal.
"Kami sudah menambah produksi sejak beberapa hari terakhir. Ini langkah antisipasi agar stok tetap aman saat permintaan memuncak," jelas Dhani.
Dhani menambahkan, pasokan telur asin mentah sebagian besar masih berasal dari wilayah Kabupaten Brebes, khususnya dari sentra peternakan di kawasan perkotaan.
Jika permintaan terus meningkat tajam, pihaknya membuka peluang untuk mengambil pasokan dari luar daerah.
"Kami tetap mengutamakan pasokan lokal. Tapi jika kebutuhan meningkat tajam, kemungkinan akan kami tambahkan dari luar Brebes," imbuhnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang