MAUMERE, KOMPAS.com - Masyarakat meluapkan kekecewaan mereka terhadap kondisi jalan menuju Pelabuhan Wuring, Kabupaten Sikka, NTT, yang rusak parah dengan cara yang unik, Rabu (18/3/2026).
Mereka menanam pohon pisang di sepanjang jalan sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang dianggap lamban dalam melakukan perbaikan.
Abdul Munir, warga setempat, mengungkapkan bahwa, pelabuhan Wuring memiliki peran krusial dalam memasok kebutuhan pokok beras untuk wilayah Flores.
Baca juga: Longsor Tutup Jalur Ende-Maumere, Mobilitas Warga Terganggu
Ribuan ton beras masuk melalui pelabuhan ini dan didistribusikan ke berbagai daerah, mulai dari Maumere hingga Bajawa, Kabupaten Ngada.
Namun, akses menuju pelabuhan ini terhambat oleh kondisi jalan yang memprihatinkan.
"Ini jalan sudah rusak berpuluh tahun, tetapi tidak pernah dikerja. Jadi ini bentuk protesnya kami masyarakat. Kami menanam pohon pisang supaya pemerintah melihat kita," ujar Abdul.
Menurut Abdul, kondisi jalan yang rusak parah ini semakin diperparah dengan adanya genangan air saat musim hujan.
Bahkan, genangan air bisa mencapai lutut hanya dalam waktu dua jam setelah hujan turun.
Hal ini sangat mengganggu aktivitas warga dan juga berpotensi menimbulkan risiko bagi kendaraan yang melintas, terutama truk bermuatan beras.
Baca juga: Dalami Dugaan Kuburan Janin di Eltras Pub Maumere, Polisi Bakal Datangkan Saksi dari Jabar
"Setiap mobil lewat pasti lenggang, pasti bakalan menimbulkan kemiringan dan juga jatuh tertimpa orang yang berada di sekitar mobil tersebut," katanya.
Warga mengaku telah berupaya melakukan penimbunan jalan secara sukarela.
Namun, upaya tersebut belum memadai untuk mengatasi kerusakan yang ada.
Warga tanam pisang di jalan menuju Pelabuhan Wuring, Kabupaten Sikka, NTT, yang rusak parah, Rabu (18/3/2026)."Datang janji akan, akan, pokoknya. Bahasa nya akan memperbaiki bulan sekian, akan memperbaiki tahun sekian, sampai sekarang tidak akan, tidak, tidak pernah diperbaiki," keluh Abdul.
Ia menyebut, kerusakan jalan tersebut diperkirakan sudah terjadi selama 15 tahun.
Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas warga, terutama saat arus mudik Lebaran.
Baca juga: Sediakan 6 Kapal, Pelni Maumere Imbau Warga Waspadai Calo Tiket Mudik
Abdul mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap infrastruktur tersebut.
Menanggapi aksi warga, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago mengakui bahwa kondisi jalan menuju Pelabuhan Wuring mengalami kerusakan sejak belasan tahun lalu.
Juventus belum bisa memastikan kapan akan dilakukan perbaikan, mengingat keterbatasan keuangan daerah akibat efisiensi. “Tetapi saya jamin, saya akan bangun dalam kurun waktu empat tahun ke depan,” ujar Juventus saat dihubungi, Rabu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang