Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pegawai PT Pelni Batam Diduga Terlibat Praktik Calo Tiket, Pelni Batam: Hanya Sebagai Saksi

Kompas.com, 18 Maret 2026, 18:59 WIB
Partahi Fernando Wilbert Sirait ,
Novita Rahmawati

Tim Redaksi

BATAM, KOMPAS.com - PT Pelayaran Indonesia (Pelni) cabang Batam, Kepulauan Riau (Kepri) membantah adanya keterlibatan petugas Pelni Batam dalam praktik percaloan yang berhasil diungkap oleh Polda Kepri.

Praktik percaloan ini terjadi pada Senin (16/3/2026) di kawasan Pelabuhan Bintang 99 Batuampar.

Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah saat ditemui di Pelabuhan Bintang 99 Batuampar menyebut bahwa adapun satu orang pelaku berinisial RS yang ditetap tersangka bukanlah merupakan pegawai PT Pelni.

Baca juga: Calo dan Oknum Petugas Pelni Batam Diamankan Terkait Penipuan Tiket

"Pelaku ini bukan pegawai kami, serta tidak memiliki hubungan apapun dengan pegawai atau petugas lapangan yang ada di lokasi. Beberapa artikel di media menurut kami salah mengartikan terkait apa yang disampaikan Polda sebelumnya," jelas Edwin, Rabu (18/3/2026).

Namun demikian, pihaknya membenarkan adanya satu petugas Pelni Batam yang dipanggil guna menjalani pemeriksaan di Polda Kepri. Namun Edwin menegaskan bahwa kehadiran petugas tersebut hanya sebatas memberikan kesaksian semata.

"Untuk kehadiran petugas kami di Polda kemarin hanya sebatas saksi. Pegawai Pelni Batam tidak memiliki hubungan apapun dengan calo tiket manapun," jelasnya.

Baca juga: Sediakan 6 Kapal, Pelni Maumere Imbau Warga Waspadai Calo Tiket Mudik

Pihaknya juga mengingatkan agar para calon penumpang lebih waspada dengan para calo yang berada di area pelabuhan, terutama di momen mudik Idul Fitri 2026.

Para calon penumpang, diminta agar hanya melakukan pembelian tiket melalui kanal dan website resmi yang telah disediakan oleh PT Pelni.

Bagi para penumpang yang telah memiliki tiket, pihaknya juga menyebutkan akan melakukan verifikasi ketat terhadap identitas penumpang.

Baca juga: Penumpang Kapal di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Menurun, Pelni Beri Diskon Tiket Mudik

Jika ditemukan ketidaksesuaian antara tiket dan identitas, penumpang tidak akan diizinkan berangkat.

"PT Pelni senantiasa mengimbau kepada pelanggan untuk membeli tiket melalui kanal Bagi para penumpang yang telah memiliki tiket, pihaknya juga menyebutkan akan melakukan verifikasi ketat terhadap identitas penumpang," jelasnya.

Sebelumnya, sebanyak lima orang calo tiket dan satu oknum petugas PT Pelayaran Nasional (Pelni), diamankan petugas Polda Kepulauan Riau (Kepri), Senin (16/3/2026). Keenam pelaku ini diamankan atas tindakan penipuan terhadap korban berinisial M.

Baca juga: Arus Mudik Lebaran 2026, Pelni Baubau Catat 4.000 Orang Turun di Pelabuhan Murhum

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricilia Ohei menjelaskan awal penipuan yang dilakukan oleh calo tiket kapal PT Pelni ini, terjadi pada saat korban tengah mengantarkan istrinya ke Pelabuhan Bintang 99 Batuampar, Senin (16/3/2026) pagi.

"Korban saat itu tengah mengantar istrinya yang akan berangkat ke Medan. Disana dia sempat dihampiri oleh pelaku RS, dia calo yang kerap beroperasi di kawasan pelabuhan Pelni," jelasnya saat ditemui di Polda Kepri, Selasa (17/3/2026) sore.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
Regional
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Pegawai PT Pelni Batam Diduga Terlibat Praktik Calo Tiket, Pelni Batam: Hanya Sebagai Saksi
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat