BATAM, KOMPAS.com - PT Pelayaran Indonesia (Pelni) cabang Batam, Kepulauan Riau (Kepri) membantah adanya keterlibatan petugas Pelni Batam dalam praktik percaloan yang berhasil diungkap oleh Polda Kepri.
Praktik percaloan ini terjadi pada Senin (16/3/2026) di kawasan Pelabuhan Bintang 99 Batuampar.
Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah saat ditemui di Pelabuhan Bintang 99 Batuampar menyebut bahwa adapun satu orang pelaku berinisial RS yang ditetap tersangka bukanlah merupakan pegawai PT Pelni.
Baca juga: Calo dan Oknum Petugas Pelni Batam Diamankan Terkait Penipuan Tiket
"Pelaku ini bukan pegawai kami, serta tidak memiliki hubungan apapun dengan pegawai atau petugas lapangan yang ada di lokasi. Beberapa artikel di media menurut kami salah mengartikan terkait apa yang disampaikan Polda sebelumnya," jelas Edwin, Rabu (18/3/2026).
Namun demikian, pihaknya membenarkan adanya satu petugas Pelni Batam yang dipanggil guna menjalani pemeriksaan di Polda Kepri. Namun Edwin menegaskan bahwa kehadiran petugas tersebut hanya sebatas memberikan kesaksian semata.
"Untuk kehadiran petugas kami di Polda kemarin hanya sebatas saksi. Pegawai Pelni Batam tidak memiliki hubungan apapun dengan calo tiket manapun," jelasnya.
Baca juga: Sediakan 6 Kapal, Pelni Maumere Imbau Warga Waspadai Calo Tiket Mudik
Pihaknya juga mengingatkan agar para calon penumpang lebih waspada dengan para calo yang berada di area pelabuhan, terutama di momen mudik Idul Fitri 2026.
Para calon penumpang, diminta agar hanya melakukan pembelian tiket melalui kanal dan website resmi yang telah disediakan oleh PT Pelni.
Bagi para penumpang yang telah memiliki tiket, pihaknya juga menyebutkan akan melakukan verifikasi ketat terhadap identitas penumpang.
Baca juga: Penumpang Kapal di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Menurun, Pelni Beri Diskon Tiket Mudik
Jika ditemukan ketidaksesuaian antara tiket dan identitas, penumpang tidak akan diizinkan berangkat.
"PT Pelni senantiasa mengimbau kepada pelanggan untuk membeli tiket melalui kanal Bagi para penumpang yang telah memiliki tiket, pihaknya juga menyebutkan akan melakukan verifikasi ketat terhadap identitas penumpang," jelasnya.
Sebelumnya, sebanyak lima orang calo tiket dan satu oknum petugas PT Pelayaran Nasional (Pelni), diamankan petugas Polda Kepulauan Riau (Kepri), Senin (16/3/2026). Keenam pelaku ini diamankan atas tindakan penipuan terhadap korban berinisial M.
Baca juga: Arus Mudik Lebaran 2026, Pelni Baubau Catat 4.000 Orang Turun di Pelabuhan Murhum
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricilia Ohei menjelaskan awal penipuan yang dilakukan oleh calo tiket kapal PT Pelni ini, terjadi pada saat korban tengah mengantarkan istrinya ke Pelabuhan Bintang 99 Batuampar, Senin (16/3/2026) pagi.
"Korban saat itu tengah mengantar istrinya yang akan berangkat ke Medan. Disana dia sempat dihampiri oleh pelaku RS, dia calo yang kerap beroperasi di kawasan pelabuhan Pelni," jelasnya saat ditemui di Polda Kepri, Selasa (17/3/2026) sore.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang