Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Balik Topeng Sekura, Tawa dan Tradisi Bertemu di Hari Kedua Lebaran

Kompas.com, 22 Maret 2026, 19:09 WIB
Tri Purna Jaya,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

LAMPUNG, KOMPAS.com - Pagi itu, Minggu (22/3/2026) udara di Lampung Barat masih dipenuhi sisa suasana Lebaran. Namun di beberapa pekon, suara tawa, musik, dan langkah kaki beriringan mulai terdengar.

Hari itu adalah hari ketika ribuan orang memakai topeng, menyembunyikan wajah, lalu berubah menjadi siapa saja yang mereka inginkan. Hari itu adalah Pesta Budaya Sekura.

Di jalan-jalan pekon, orang-orang berkerumun di pinggir jalan. Anak-anak duduk di bahu ayahnya, ibu-ibu menutup wajah dari terik matahari dengan kerudung, sementara remaja sibuk mengabadikan momen dengan ponsel mereka.

Dari kejauhan, rombongan Sekura datang berjalan kaki. Ada yang memakai topeng lucu, menyeramkan, hingga yang bentuknya nyeleneh, dan membuat orang tertawa.

Sekura Kamak menjadi rombongan yang paling cepat mencuri perhatian. Kostum mereka bebas, bahkan cenderung berantakan, namun justru di situlah letak daya tariknya.

Ada yang memakai baju lusuh penuh tambalan, celana berbeda warna, topeng dari batok kelapa, hingga membawa aksesoris aneh seperti boneka, kaleng, dan ranting kayu.

Mereka berjalan sambil berjoget, sesekali menggoda penonton, membuat anak-anak berteriak antara takut dan tertawa.

Tak lama kemudian, rombongan Sekura Betik datang dengan suasana yang berbeda. Jika Sekura Kamak terlihat jenaka dan bebas, Sekura Betik justru tampil rapi dan elegan.

Mereka mengenakan kain miwang khas Lampung Barat, lengkap dengan aksesoris tradisional dan topeng yang lebih halus bentuknya.

Langkah mereka lebih teratur, seperti sedang memperagakan sebuah pertunjukan budaya yang sakral.

Perpaduan dua jenis Sekura itu menciptakan pemandangan yang unik. Di satu sisi ada tawa dan tingkah lucu Sekura Kamak, di sisi lain ada keanggunan Sekura Betik.

Namun keduanya berjalan berdampingan, menyatu dalam satu tradisi yang sama. Inilah yang membuat Sekura bukan sekadar pesta kostum, tetapi juga simbol kebersamaan masyarakat.

Topeng Sekura, tradisi setelah Lebaran di Lampung Barat, Minggu (22/3/2026).Dokumentasi warga. Topeng Sekura, tradisi setelah Lebaran di Lampung Barat, Minggu (22/3/2026).

Khoi, salah satu peserta dari kelompok Sekura Anker Squad, mengatakan setiap tahun kelompoknya selalu ikut meramaikan pesta budaya ini.

Bagi mereka, Sekura bukan hanya hiburan tahunan, tetapi sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat Lampung Barat.

Karena itu, setiap tahun mereka selalu menyiapkan kostum khusus agar tampil berbeda.

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
Regional
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Di Balik Topeng Sekura, Tawa dan Tradisi Bertemu di Hari Kedua Lebaran
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat