BENGKULU, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu menertibkan HP, seorang tiktoker yang melakukan tindakan melepas pakaian dalam untuk memenuhi tantangan (challenge) penontonnya saat live di tiktok, beberapa waktu lalu.
"Jadi HP ini tiktoker pria dia live mengenakan daster," ungkap Kepala Satpol PP, Kota Bengkulu, Sahat M Situmorang dalam penjelasannya pada media, Rabu (25/3/2026).
"Pokoknya berdandan seperti perempuan ia mendapatkan tantangan dari penontonnya melepaskan pakaian luar dan pakaian dalam, BH dan kolor dengan berlatar belakang Tower Masjid At Taqwa sisi berendo, Kota Bengkulu."
Baca juga: Tiktoker Mahesa Divonis 1 Tahun Penjara Kasus Video Penolakan PIK
Peristiwa ini dilaporkan masyarakat kepada Satpol PP. Sebab, tindakan itu melanggar norma dan kesusilaan di mana seorang laki-laki berpenampilan sebagai perempuan menggunakan daster yang rela melepaskan pakaian luar dan pakaian dalam dengan latar belakang Tower Masjid At Taqwa sisi berendo, dini hari beberapa waktu lalu.
"Jadi itu laporan masyarakat yang masuk ke Satpol PP lalu kami tindaklanjuti," jelasnya.
Ia melanjutkan, usai mendapatkan laporan warga itu Satpol PP memerlukan waktu panjang mencari keberadaan HP.
Usaha Satpol berbuah dengan ditemukannya HP di Belungguk Poin, sebuah lokasi wisata di Kota Bengkulu.
"Saat ditemukan ia juga sedang live masih mengenakan dandanan layaknya perempuan, lalu kami ambil tindakan," ujar dia.
HP hampir ditahan Satpol karena tidak bersedia menunjukkan KTP. Namun pendekatan persuasif dilakukan hingga HP bersedia menunjukkan KTP yang merupakan warga Kabupaten Bengkulu Utara.
Baca juga: Tiktoker Penolak PIK 2 Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara di Serang
Ia melanjutkan, saat ini HP diizinkan pulang ke rumahnya, namun dalam waktu dekat akan dipanggil ulang untuk dimintai keterangan.
"Jadi memang dia melanggar Perda ketertiban umum, ada sanksi berupa kurungan dan denda tapi kami akan lihat nanti seperti apa hasil pemeriksaan. Kami berharap ia berjanji tidak mengulangi tindakannya itu," tegas Sahat.
Dalam keterangannya HP menyatakan melakukan tindakan tersebut adalah murni tantangan dari penonton live di tiktoknya. Ia kemudian meminta maaf pada masyarakat dan berjanji tidak akan mengulangi tindakannya itu.
"Saya tidak akan mengulangi lagi perbuatan itu. Saya meminta maaf," jelasnya dalam saluran tiktoknya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang