Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pria asal Cilacap Tewas Tertabrak KA di Padang, Masinis Sebut Korban Berbaring di Rel

Kompas.com, 25 Maret 2026, 15:23 WIB
Dharma Harisa,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

PADANG, KOMPAS.com - Seorang pria asal Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia di lintasan rel kereta api di kawasan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (25/3/2026) dini hari. Korban diduga tertabrak kereta barang saat berada di jalur rel.

Kepala Polsek Pauh AKP Edi Harto mengatakan, korban diketahui bernama Kaslim (49), seorang buruh harian yang bekerja pada proyek konstruksi flyover Sitinjau Lauik.

“Korban ditemukan di lintasan rel kawasan Perum Prakisindo, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh. Diduga tertemper kereta api Indarung-Teluk Bayur,” ujar Edi Harto, kepada Kompas.com, Rabu (25/3/2026).

Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh petugas Polsuska yang tengah melakukan patroli rutin di sepanjang rel kereta api Indarung.

Saksi, Revanstevano (28), melaporkan temuan tersebut ke Polsek Pauh setelah melihat tubuh korban berada di atas rel.

Baca juga: Tak Sadar 2 Kereta Lewat, Seorang Pria Tewas Tertabrak KA Bandara di Green Garden Jakbar

Berdasarkan keterangan sementara, pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, korban diketahui sempat keluar dari mess tempat tinggalnya yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.

Ia diduga keluar untuk menelepon. “Namun, belum diketahui apakah korban sempat kembali ke mess atau tidak. Termasuk juga posisi korban saat kejadian, apakah berdiri atau berbaring,” kata Edi.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUP M Djamil Padang. Pihak keluarga dari Cilacap disebut telah menjemput jenazah untuk dibawa pulang ke kampung halaman.

Berbaring di rel 

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab pun menyebut, korban tertabrak KA Barang 2921 sekitar pukul 03.30 WIB di KM 12+900 petak jalan Stasiun Pauhlima–Indarung.

“Berdasarkan keterangan masinis, sebelum kejadian terlihat seorang tidak dikenal dalam posisi tidur di jalur rel."

Baca juga: 3 Remaja Tertabrak KA Lembah Anai di Padang, 1 Orang Meninggal Dunia

"Masinis telah membunyikan klakson berulang kali, namun korban tidak menjauh sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari,” ujar Reza.

Reza menegaskan, lokasi kejadian merupakan area terbatas yang termasuk dalam Ruang Manfaat Jalur Kereta Api (Rumaja) dan Ruang Milik Jalur Kereta Api (Rumija), yang hanya diperuntukkan bagi operasional kereta api.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar rel karena berbahaya dan melanggar hukum.

“Setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenai sanksi pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian,” kata dia.

PT KAI Divre II Sumbar juga mengimbau masyarakat untuk saling mengingatkan dan meningkatkan kewaspadaan di sekitar jalur kereta api guna mencegah kejadian serupa.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti korban berada di rel hingga akhirnya tertabrak kereta api.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
Regional
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Regional
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Regional
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Regional
Komisi II DPR Sebut WFH ASN Jadi Strategi Tekan Impor BBM dan Hemat APBN
Komisi II DPR Sebut WFH ASN Jadi Strategi Tekan Impor BBM dan Hemat APBN
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Pria asal Cilacap Tewas Tertabrak KA di Padang, Masinis Sebut Korban Berbaring di Rel
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat