Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelabuhan Bakauheni Malam Ini Diguyur Hujan, Arus Kendaraan Mulai Melandai

Kompas.com, 26 Maret 2026, 21:10 WIB
Rasyid Ridho,
Bilal Ramadhan

Tim Redaksi

BAKAUHENI, KOMPAS.com – Situasi arus balik lebaran 2026 dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung, mulai melandai pada Kamis (26/3/2026) malam.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pukul 18.00 WIB hingga 20.30 WIB pelabuhan Bakauheni diguyur hujan dengan intensitas ringan.

Meski hujan, proses bongkar muat di 7 dermaga tidak mengalami hambatan dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan otoritas.

Kondisi tenda untuk roda dua pun sempat dipenuhi oleh pemudik yang akan kembali ke Jawa untuk menghindari puncak arus mudik yang diprediksi terjadi 28-29 Maret 2026

Baca juga: Telat Datang Saat Puncak Arus Balik, Tiket Kapal di Pelabuhan Bakauheni Tak Hangus

Data dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), hingga Kamis siang, tercatat masih ada sekitar 51 persen pemudik yang belum kembali ke Pulau Jawa.

Pihak otoritas pelabuhan pun mulai bersiaga menghadapi potensi gelombang lonjakan penumpang yang diprediksi terjadi mulai malam ini.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, memaparkan bahwa berdasarkan data akumulasi sejak H+1 hingga H+4 pukul 14.00 WIB, persentase pemudik yang kembali baru menyentuh angka 49 persen.

"Jumlah penumpang yang sudah kembali ke Pulau Jawa berjumlah 444.233 orang atau 49 persen dari total pemudik. Masih ada sisa 51 persen atau sebanyak 454.641 penumpang yang belum menyeberang," ujar Heru dalam keterangannya di Pelabuhan Bakauheni, Kamis.

Baca juga: Arus Balik Bakauheni Membeludak: 500.000 Pemudik Belum Kembali ke Jawa, ASDP Terapkan Sistem Stiker

Jumlah Penumpang yang sudah kembali 444.233 orang dan yang belum 454.641 orang atau 49 persen.

Sedangkan total Kendaraan yang telah kembali ke Jawa sebanyak 118.297 unit dan yang belum 121.623 unit atau 49 persen.

Pada Kamis (26/3/2026) dari pukul 00.00 hingga 14.00 WIB, tercatat sebanyak10.099 unit kendaraan dan 45.428 penumpang telah diseberangkan menuju Pelabuhan Merak.

Meski situasi di dermaga pada Kamis siang cenderung melandai, Heru menegaskan bahwa pihaknya tetap dalam posisi siaga penuh.

Prediksi menunjukkan bahwa arus balik tahun ini tidak hanya bertumpu pada satu hari, melainkan terbagi dalam beberapa gelombang.

"Prediksi kami akan terjadi beberapa kali gelombang lonjakan penumpang. Kemungkinan akan terjadi malam nanti, kemudian berlanjut pada tanggal 28 dan 29 Maret," jelas Heru.

Baca juga: Mobil “Berpunuk” di Bakauheni, Kisah Pemudik Membawa Rasa Rumah ke Perantauan

Ia juga menambahkan bahwa kendaraan yang sudah melakukan proses pemesanan tiket namun belum tiba di pelabuhan akan terus mengalir hingga dini hari nanti.

"Artinya, nanti malam ini masih ada yang mereka belum check-in atau boarding, itu akan masih tetap masuk ke dalam pelabuhan. Tentu harus kita siapkan perencanaannya dengan matang," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
Regional
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Regional
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Kisah Ahmad Zaki, Guru di Bojonegoro Lari 4 Km ke Sekolah Pakai Seragam Dinas
Regional
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Karhutla Riau Belum Padam, 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Api
Regional
Komisi II DPR Sebut WFH ASN Jadi Strategi Tekan Impor BBM dan Hemat APBN
Komisi II DPR Sebut WFH ASN Jadi Strategi Tekan Impor BBM dan Hemat APBN
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Pelabuhan Bakauheni Malam Ini Diguyur Hujan, Arus Kendaraan Mulai Melandai
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat