BENER MERIAH, KOMPAS.com - Empat bulan pascabencana banjir Aceh, akses jalan eks KKA yang menghubungkan Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Utara masih sulit dilalui akibat material longsor yang belum dibersihkan.
Material longsor menutup sejumlah titik di sepanjang ruas jalan tersebut, sejak banjir bandang yang melanda pada penghujung November 2025.
Lintasan ini pun kini jarang digunakan pengendara umum, baik dari arah Bener Meriah menuju Aceh Utara maupun sebaliknya, karena hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Sebagian besar pengguna jalan saat ini adalah petani yang memiliki kebun di sekitar jalur tersebut.
"Itu bekas longsoran belum dibersihkan, warga hanya sanggup membuat jalan setapak untuk dilewati sepeda motor saja," ujar Debi, salah satu petani, Sabtu (28/3/2026).
Baca juga: Empat Bulan Pascabencana, Penyintas di Bener Meriah Belum Terima Huntara
Menurutnya, kondisi jalan yang tidak rata membuat petani kesulitan mengangkut hasil panen seperti kopi, palawija, dan alpukat.
Permukaan jalan yang rusak juga membuat sepeda motor mudah tergelincir dan berisiko mengalami kerusakan.
Dampak longsor tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga pedagang oleh-oleh khas Gayo di sepanjang jalur tersebut.
Salah satu pedagang, Zaini, mengaku terpaksa berhenti berjualan karena minimnya pembeli akibat akses jalan yang terganggu.
"Mau bagaimana lagi ya, harus pasrah, kapan nanti jalan bagus kembali, disitu kami mulai jualan lagi," ujarnya.
Baca juga: Aceh Timur Belum Pulih, 1.259 Jiwa Penyintas Banjir Masih Mengungsi
Ia menyebut momen Lebaran biasanya menjadi waktu yang paling dinanti karena banyak wisatawan yang singgah untuk membeli oleh-oleh.
Produk yang biasa dijual antara lain kopi Gayo, aneka palawija, serta buah-buahan seperti markisa, alpukat, dan terung Belanda.
"Sekarang ekonomi kami terpukul, tidak bisa jualan lagi, padahal berdagang sumber pendapatan utama kami, kami tidak punya kebun atau lahan," tuturnya.
Zaini berharap pemerintah segera membersihkan material longsor agar akses jalan kembali normal dan aktivitas ekonomi warga bisa pulih.
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini