BERAU, KOMPAS.com - Jembatan Gunung Sari di Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, yang menjadi penghubung tiga kampung di wilayah hulu, hingga kini belum mendapatkan perbaikan permanen dari pemerintah.
Jembatan tersebut mengalami kerusakan akibat tergerus arus hingga ambles sejak 2022.
Baca juga: Jembatan Tak Kunjung Dibangun, Warga Mesidah Aceh Bertaruh Nyawa Gunakan Bambu
Sebagai solusi sementara, pemerintah memasang jembatan bailey. Namun, kondisi ini dinilai warga belum cukup aman untuk penggunaan jangka panjang.
Warga pun diliputi kekhawatiran.
Jika tidak segera diperbaiki secara permanen, jembatan itu dikhawatirkan bisa roboh sewaktu-waktu.
Salah seorang warga, Eko Triwidodo, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut sebenarnya sudah pernah mendapat perhatian pemerintah daerah.
Ia mengingat kunjungan Wakil Bupati Berau, beberapa tahun lalu.
“Kalau kita nilai dari awalnya itu kan pernah dikunjungi wakil bupati kita, kalau tidak salah di tahun 2022,” ujar Eko pada Senin (30/3/2026).
Ia juga menyebut, perbaikan jembatan bahkan sempat masuk dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Segah.
“Dan juga masuk di Musrenbang Kecamatan Segah, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” lanjutnya.
Menurut Eko, hingga kini warga belum mendapatkan kepastian kapan perbaikan permanen akan dilakukan.
Informasi yang beredar, kata dia, masih sebatas rencana mendatangkan tim ahli.
“Informasinya itu kan masih menunggu mendatangkan tim ahli lah, tapi sampai sekarang belum ada,” kata Eko.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan warga lainnya, Yudistira.
Ia menyoroti kondisi jembatan yang semakin berbahaya, terutama saat musim hujan.