Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jurus Wali Kota Dedy Wahyudi Bahagiakan Warga Bengkulu: Hadir Saat Mereka Berduka hingga Jadi Saksi Pernikahan

Kompas.com, 30 Maret 2026, 16:23 WIB
Irfan Maullana

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, memaparkan visi besar kepemimpinannya dalam mewujudkan Kota Bengkulu yang religius, bahagia, dan maju.

Hal tersebut dia sampaikannya dalam program bincang-bincang podcast "Nusaraya" Kompas.com, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Dedy menekankan bahwa kebahagiaan warga adalah capaian tertinggi dari sebuah pelayanan publik.

Baginya, indikator bahagia bukan sekadar angka, melainkan kehadiran nyata pemerintah dalam setiap fase kehidupan masyarakat, mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga kematian.

"Bahagia itu adalah rasa tertinggi capaian kepuasan terhadap sesuatu. Kebahagiaan menjadi warga Kota Bengkulu karena pemerintah hadir dalam setiap kondisi," ujar Dedy Wahyudi.

Baca juga: Wali Kota Bengkulu Cabut Laporan Polisi, Minta Maaf ke Tukang Sampah yang Demo

Program "4 in 1" dan Julukan "Dedy Takziah"

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi di Kompas.com, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi di Kompas.com, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).

Salah satu program unggulan yang menyentuh hati warga adalah layanan "4 in 1" untuk keluarga yang berduka.

Setiap ada warga yang meninggal dunia, pemerintah kota langsung menyerahkan akta kematian, kartu keluarga (KK) perubahan, dan KTP baru bagi pasangan yang ditinggalkan. Jika korban adalah PNS, bantuan pengurusan buku tabungan juga langsung dilakukan.

Kebiasaan Dedy berkeliling takziah setiap malam membuatnya memiliki julukan unik di mata masyarakat.

"Ada cerita lucu saat Pilkada kemarin, seorang nenek ditanya petugas pilih siapa, dia jawab 'Dedy'. Begitu ditanya Dedy yang mana, nenek itu bilang 'Dedy Takziah'. Itu faktanya, warga paham wali kotanya hadir saat mereka berduka," ungkapnya sembari tertawa.

Baca juga: Wali Kota Bengkulu Berlakukan Jam Malam Mulai Pukul 21.00 WIB Buntut Kian Brutalnya Geng Motor Pelajar

Layanan Paripurna: Dari "Sakinah" hingga Mobil Pengantin Gratis

Tak hanya saat berduka, warga Bengkulu yang sedang bersuka cita pun mendapatkan pelayanan istimewa.

Melalui program "6 in 1" atau Sakinah (Enam Dokumen), pasangan yang baru menikah langsung mendapatkan enam dokumen kependudukan sekaligus tanpa perlu repot mengurus ke Dukcapil.

Bahkan, Wali Kota Dedy Wahyudi kerap terjun langsung menjadi saksi nikah bagi warganya. Ia mengaku sering menghabiskan akhir pekan untuk berkeliling dari satu akad nikah ke akad nikah lainnya.

"Di Bengkulu, masyarakat dilayani sepenuh hati. Yang menikah pun kami sediakan mobil pengantin gratis. Kami layani masyarakat secara paripurna," tambah Dedy.

Selain itu, Dedy juga memaparkan program "Baladewa" (Baru Lahir Dapat Akta) di mana bayi yang baru lahir langsung mendapatkan akta kelahiran yang diantar langsung.

Komitmen ini dilengkapi dengan jaminan kesehatan melalui BPJS gratis dan akses pendidikan yang merata guna memastikan seluruh warga Bengkulu benar-benar merasakan kebahagiaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
Regional
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Jurus Wali Kota Dedy Wahyudi Bahagiakan Warga Bengkulu: Hadir Saat Mereka Berduka hingga Jadi Saksi Pernikahan
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat