FLORES TIMUR, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menyiapkan fasilitas kapal feri gratis bagi warga yang ingin mengikuti prosesi Semana Santa di Larantuka, Kabupaten Flores Timur.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan, fasilitas kapal gratis tersebut disediakan khusus bagi peziarah dari daratan Timor.
"Kami menyediakan satu unit kapal feri pulang-pergi dengan kuota sebanyak 390 penumpang," ujar Melkiades dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Melkiades mejelaskan program tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan pemerintah sebelumnya, sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga: Jelang Semana Santa di Larantuka, Ratusan Peziarah Mulai Mendaftar
Kapal tersebut dijadwalkan berangkat menuju Larantuka pada Selasa, 31 Maret 2026, dan kembali pada Senin, 6 April 2026.
Dia berharap, dengan fasilitas yang ada bisa membantu umat Kristiani mengikuti seluruh rangkaian ibadah Semana Santa dengan lebih mudah, aman dan nyaman.
Semana Santa yang berarti "Pekan Suci" dalam bahasa Portugis, merupakan rangkaian doa dan prosesi sakral untuk mengenang sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus.
Tradisi Semana Santa di Larantuka tak bisa dipisahkan dari sejarah Kerajaan Larantuka, kerajaan Katolik tertua di Nusantara.
Sekitar abad ke-15, ajaran Katolik masuk melalui para misionaris Portugis.
Baca juga: Mengenal Semana Santa, Tradisi Paskah di Larantuka yang Lestari dari Abad ke Abad
Puncaknya pada tahun 1665, Raja Larantuka ke-11 Don Fransisco Ola Adobala Diaz Vieira de Godinho secara resmi memeluk agama Katolik.
Ia kemudian menetapkan Bunda Maria sebagai Ratu Kerajaan. Sejak saat itu, iman Katolik tumbuh kuat dan diwariskan turun temurun di Larantuka.
Semana Santa berkembang dari kondisi krisis rohani saat Larantuka tidak memiliki bimbingan pastor selama hampir 80 tahun.
Untuk mempertahankan iman, masyarakat mulai mengadakan doa Rosario bersama setiap Sabtu. Tradisi inilah yang kemudian berkembang menjadi prosesi Semana Santa yang dikenal sekarang.
Salah satu prosesi utama dalam Semana Santa Larantuka adalah Prosesi Bahari Antar Tuhan Yesus Tersalib.
Baca juga: Semana Santa di Larantuka NTT, Tradisi Paskah Warisan Kerajaan yang Tetap Terjaga hingga Kini
Dalam prosesi ini, sebuah kapal tradisional bernama Berok, membawa peti berisi patung Yesus Tersalib dari Pantai Kota menuju Pantai Kuce Pohon Sirih.
Kapal ini beratapkan daun gebang dan dikawal oleh perahu-perahu kecil serta kapal besar berisi ribuan umat dan peziarah.
Kapal Berok hanya diisi enam orang pilihan, yang dianggap telah bersih dari dosa. Mereka menjalani tugas sakral ini dengan penuh penghormatan dan kesakralan.
Selama perjalanan laut, ribuan umat Katolik memanjatkan doa dan melantunkan kidung pujian, menciptakan suasana hening dan penuh haru.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang