Penulis
KOMPAS.com - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo di Solo yang sebelumnya menjadi proyek prioritas kini tengah dievaluasi pemerintah pusat karena dinilai belum beroperasi secara optimal.
PLTSa tersebut sebelumnya digadang-gadang mampu mengolah 545 ton sampah per hari dengan kapasitas listrik mencapai 8 megawatt. Sebanyak 5 megawatt disalurkan ke PLN, sementara 3 megawatt digunakan untuk operasional.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, evaluasi terhadap PLTSa Putri Cempo merupakan mandat dari pemerintah pusat. Audit menyeluruh direncanakan dilakukan dalam waktu dekat.
Selain itu, Hanif juga akan menggelar pertemuan tertutup dengan pihak pengelola PLTSa Putri Cempo.
"Kita akan evaluasi total mulai engineering-nya, teknikalnya dan finansialnya dengan budget yang tersedia melalui instrumen Perpres 109. Apakah masih memadai atau seperti apa," ujar Hanif saat melakukan kunjungan ke PLTSa Putri Cempo, dikutip dari TribunSolo, Sabtu (28/3/2026).
Hanif menambahkan, evaluasi tersebut juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap PLN dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi dalam negeri.
Baca juga: Kementerian Lingkungan Hidup Investigasi Kelayakan Operasional PSEL Putri Cempo Solo
PLTSa Putri Cempo dievaluasi padahal fasilitas ini baru beroperasi selama dua tahun lima bulan
PLTSa Putri Cempo pertama kali beroperasi pada Senin (30/3/2026). Saat tu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyebut, fasilitas ini bisa menghasilkan 5 megawtt listrik di awal masa operasional
Ia juga mengeklaim, PLTSa Putri Cempo sebagai solusi pengolahan sampah, tidak hanya untuk Solo tetapi juga daerah sekitar.
"Sekitar Solo berkomitmen setelah lima tahun ke depan untuk mengirim sampah ke sini. Artinya selama lima tahun ini kami menghabiskan gunung sampah kami sendiri dulu, baru kemudian nanti menerima sampah dari luar kota," jelas Gibran, dikutip dari Antara, Senin (30/10/2023).
Baca juga: Petugas PLTSa Putri Cempo Solo Meninggal, Diduga Masuk ke Mesin Pemilah Sampah
Selain itu, Gibran menyampaikan bahwa PLTSa Putri Cempo menjadi program prioritas pembangunan infrastruktur.
"Memang PLTSa Putri Cempo masuk ke titik prioritas pembangunan nanti. Fasilitas pendukung seperti hidran dan lain-lain nanti sangat krusial," imbuhnya.
"Kemarin sudah saya sampaikan bikin hidran di beberapa titik, jadi lebih mudah terjangkau," tambah Gibran.
Sementara itu, Direktur Utama PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) selaku operator PLTSa Putri Cempo Elan Suherlan menyampaikan, PLTSa Putri Cempo dapat digunakank secara bersama-sama untuk pembelajaran berbagi pengetahuan.
PLTSa tersebut juga bisa dimanfaatkan menjadi sarana berbagi pengalaman, sarana riset dan pengembangan, sarana pelatihan dan dukungan untuk pengolahan sampah menjadi energi baru yang bersih dan ramah lingkungan.
Baca juga: Tangis Paman Pecah Saat Petugas PLTSa Putri Cempo Solo Meninggal di Mesin Pemilah Sampah