PALANGKA RAYA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan keberangkatan jemaah haji asal wilayah setempat menuju Arab Saudi akan dimulai pada Mei 2026 mendatang.
Pemerintah juga memberikan jaminan keamanan bagi jemaah di tengah eskalasi konflik yang terjadi di wilayah Timur Tengah.
Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, mengungkapkan bahwa total terdapat 1.559 jemaah haji reguler dan 12 jemaah haji tambahan yang siap diberangkatkan. Ia menegaskan bahwa otoritas Arab Saudi telah memberikan jaminan keamanan bagi seluruh tamu Allah, termasuk dari Indonesia.
“Insya Allah penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tidak ada kendala (meskipun ada konflik Timur Tengah), pemerintah Arab Saudi juga menjamin seluruh jemaah dari berbagai negara termasuk Indonesia, Insya Allah dalam keadaan aman,” ujar Edy di Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Jadwal Keberangkatan Haji Maros 2026, Kloter 14 Masuk Asrama 30 April
Ribuan jemaah asal Bumi Tambun Bungai ini nantinya akan terbagi ke dalam beberapa kloter. Proses pemberangkatan dilakukan secara estafet dari Palangka Raya menuju Embarkasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebelum akhirnya terbang menuju tanah suci.
“Akan mulai berangkat bulan Mei ini, jadi beberapa kloter, dari Palangka Raya ke Kalsel, lalu Kalsel langsung ke Arab Saudi pakai pesawat rombongan,” tutur Edy.
Persiapan teknis dan administratif terus dimatangkan agar seluruh proses transisi antarwilayah hingga keberangkatan internasional berjalan tanpa hambatan.
Baca juga: Jemaah Haji Probolinggo Jadi Kloter Pertama Embarkasi Surabaya, Terbang 22 April 2026
Dari total ribuan jemaah, tercatat ada 78 jemaah yang masuk dalam kategori lanjut usia (lansia). Pemprov Kalteng menekankan bahwa kelompok ini akan mendapatkan perhatian dan pelayanan medis khusus, mengingat faktor risiko kesehatan dan kondisi cuaca di Arab Saudi pada bulan Mei.
“Jemaah lansia kurang lebih ada 78 orang, itu akan jadi prioritas lagi, karena pemberangkatan ini kan butuh dipertimbangkan apa musim di sana pada bulan Mei nanti ini,” jelasnya.
Edy menginstruksikan kepada seluruh instansi terkait untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor demi memberikan pelayanan terbaik. Penyelenggaraan haji tahun ini dituntut lebih matang, terutama dalam memitigasi risiko kesehatan bagi jemaah risiko tinggi.
“Saya menekankan kepada seluruh pihak terkait agar mengutamakan pelayanan terbaik bagi jemaah, khususnya jamaah lanjut usia dan yang memiliki risiko kesehatan, memastikan kesiapan teknis dan administratif secara menyeluruh,” tegas Edy.
Pemprov Kalteng berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji agar setiap jemaah dapat menjalankan rukun Islam kelima dengan tenang dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang