KEDIRI, KOMPAS.com - Sejumlah peternak ikan cupang di Desa Mojosari, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengeluhkan serangan hama hewan regul yang mengancam usaha mereka.
Serangan hewan berkaki empat yang mirip dengan otter ini menyebabkan peternak mengalami gagal panen, Mereka merugi hingga jutaan rupiah.
Ikhwan Faroji (31), salah seorang peternak, mengaku kehilangan sebanyak 3.000 ikan cupang yang sedang dalam fase pembesaran.
Ikan-ikan jenis halfmoon yang berada dalam botol pembesaran di pekarangan rumahnya ludes akibat dua kali serangan.
Baca juga: Penyakit Dropsy pada Ikan Cupang, dari Penyebab hingga Mengobatinya
"Nyerangnya saat tengah malam. Jadi tidak begitu terdeteksi kedatangannya," ujar pemuda yang akrab disapa Ozzy ini, Selasa (21/1/2025).
Ikan-ikan tersebut, yang bernilai sekitar Rp 2.000 per ekor, merupakan pesanan pelanggan dari luar Jawa. "Kalau ditotal, ya merugi sekitar Rp 5 juta," tambah Ozzy.
Mufid Mustofa (27), peternak lainnya di desa yang sama, mengalami kerugian yang lebih besar.
Ia kehilangan sebanyak 6.000 ekor ikan cupang akibat serangan regul.
"Merugi kisaran Rp 10 jutaan. Ikan saya dalam botol pembesaran hilang sampai 6.000 ekor," ungkap Mufid.
Ia menjelaskan bahwa ikan-ikan tersebut adalah jenis premium yang siap dikirim ke luar kota hingga ke luar negeri.
Baca juga: 4 Manfaat Filter untuk Akuarium Ikan Cupang
"Kami sudah punya langganan tetap di wilayah luar daerah," lanjutnya.
Mufid mengaku menyaksikan sendiri bagaimana sekelompok hewan regul menyerang ikannya.
"Saat itu tengah malam sekitar jam 11, saya mendengar suara-suara kecil. Pas saya cek dengan lampu sorot, ternyata regul itu," ungkapnya.
Serangan hewan regul ini baru terjadi belakangan ini.
Mufid dan Ozzy menyatakan bahwa sejak mereka mulai beternak pada tahun 2014, serangan seperti ini tidak pernah terjadi.