Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ikut Lomba Agustusan, Wabup Sumenep Kena "Smash" Saat Bertanding Voli Tirai

Kompas.com, 4 Agustus 2025, 11:28 WIB
Nur Khalis,
Andi Hartik

Tim Redaksi

SUMENEP, KOMPAS.com – Awal Agustus 2025, suasana halaman kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, tampak lebih ramai dibanding hari-hari biasanya.

Sebab, mulai 1 hingga 17 Agustus mendatang, halaman kantor pemkab dijadikan lokasi utama lomba antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka menyambut HUT ke-80 RI.

Ada 18 jenis lomba yang digelar, salah satunya ekshibisi voli tirai atau voli dengan net tertutup yang berlangsung di sisi barat halaman kantor pemkab.

Baca juga: Kisah Yata, 22 Tahun Tempuh Jarak 800 Km dari Bandung demi Jualan Bendera di Sumenep

Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, ikut membuka sekaligus bermain dalam pertandingan voli ekshibisi tersebut.

Namun, di laga pembuka itu, Imam Hasyim justru kalah dari tim lawan yang diperkuat para camat di Kabupaten Sumenep.

Baca juga: Sudah Bebas Bersyarat, 4 Napi Narkoba di Sumenep Tetap Dapat Amnesti dari Prabowo

Tidak hanya kalah dalam skor, Imam juga sempat kena smash mendadak dari arah lawan dan membuat suasana pertandingan sempat heboh.

Sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menonton terlihat khawatir, namun tak sedikit pula yang tersenyum melihat kejadian tak terduga itu.

Smash yang diterima Imam memang tidak terlalu keras, hanya saja datang tiba-tiba karena permainan dilakukan dengan net tertutup.

Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, saat melakikan servis volley tirai di halaman kantor Pemkab Sumenep, Jawa Timur, Senin (4/8/2025). KOMPAS.COM/ Nur Khalis Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, saat melakikan servis volley tirai di halaman kantor Pemkab Sumenep, Jawa Timur, Senin (4/8/2025).

Momen itu ditanggapi santai oleh Imam. Sambil tertawa, dia mengaku sempat kena smash dalam permainan tersebut.

“Wah, tadi itu saya kalah itu main voli tabir. Bahkan kena smash tadi saya itu,” ujar Imam sambil tersenyum saat ditemui usai bertanding, Senin (4/8/2025).

Imam menyebut, pertandingan yang digelar bukan semata-mata untuk mencari kemenangan, tapi lebih kepada mempererat hubungan antar-pegawai.

“Ini semata-mata bukan untuk mencari menang, tidak. Tapi ini sifatnya adalah persahabatan antar-OPD, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kita menginginkan keharmonisan, kebersatuan,” jelasnya.

Tak hanya voli tirai, ketua DPC PKB Sumenep itu juga ikut serta dalam lomba tarik tambang. Dia sempat terjatuh karena terlalu bersemangat.

“Bahkan tadi, termasuk saya sebagai wakil bupati, main tarik tambang, menang tapi saya terjatuh dari saking semangatnya itu,” tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
ASN Pemkot Surabaya Akan Diwajibkan Naik Transportasi Umum Setiap Rabu atau Kamis
ASN Pemkot Surabaya Akan Diwajibkan Naik Transportasi Umum Setiap Rabu atau Kamis
Surabaya
Banyuwangi Uji Coba ASN Bersepeda ke Kantor, Dorong Pola Hidup Aktif dan Efisien
Banyuwangi Uji Coba ASN Bersepeda ke Kantor, Dorong Pola Hidup Aktif dan Efisien
Surabaya
Polemik Pengosongan Gedung di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya Sebut untuk Penataan
Polemik Pengosongan Gedung di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya Sebut untuk Penataan
Surabaya
Wagub Emil Dardak Pastikan Alih Fungsi Hutan untuk Perumahan di Prigen Belum Kantongi Izin
Wagub Emil Dardak Pastikan Alih Fungsi Hutan untuk Perumahan di Prigen Belum Kantongi Izin
Surabaya
Banyuwangi Tak Buru-buru Terapkan WFH, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan Utama
Banyuwangi Tak Buru-buru Terapkan WFH, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan Utama
Surabaya
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
Surabaya
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
Surabaya
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Surabaya
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Surabaya
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Surabaya
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Surabaya
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
Surabaya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Surabaya
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Surabaya
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau