LUMAJANG, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengingatkan bahaya abu vulkanik Gunung Semeru.
Kepala Dinkes-P2KB Lumajang dr. Rosyidah mengatakan, bahaya abu vulkanik Gunung Semeru bisa mengincar semua orang yang terpapar.
Menurutnya, paparan abu vulkanik Gunung Semeru bisa menyebabkan gangguan pada saluran pernafasan.
Rosyidah menyebut, saat ini sudah ada 232 warga terdampak erupsi Gunung Semeru yang mengalami infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).
Diduga kuat, penyebabnya adalah terlalu banyak menghirup abu vulkanik yang beterbangan pasca erupsi Gunung Semeru.
"Hirupan abu vulkanik bisa menyebabkan infeksi saluran pernafasan," kata Rosyidah di Lumajang, Senin (1/12/2025).
Baca juga: Penambangan Pasir di Lumajang Kembali Dibuka Pascaerupsi Gunung Semeru
Selain mengganggu saluran pernafasan, abu vulkanik juga berisiko menyebabkan iritasi pada mata.
"Iritasi mata bisa juga," lanjutnya.
Oleh karenanya, Rosyidah mengimbau, warga yang berada di lereng Gunung Semeru untuk selalu menggunakan masker dan kacamata.
Baca juga: Jarak Terlalu Jauh, Puluhan Siswa Terdampak Erupsi Semeru Pilih Sekolah di Tenda Darurat
Selain warga yang tinggal, pengendara yang kebetulan melintas di daerah terdampak erupsi juga diimbau melakukan hal yang sama.
"Kami imbau untuk selalu menggunakan masker dan kacamata," imbaunya.
Adapun, sampai saat ini tercatat ada 856 warga terdampak erupsi Gunung Semeru yang menjalani perawatan kesehatan.
Keluhannya beragam, mulai dari nyeri kepala, nyeri perut, sesak nafas, hingga darah tinggi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang