Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Super Flu Ditemukan di Jatim, Warga Kota Malang Diimbau Gunakan Masker

Kompas.com, 4 Januari 2026, 15:40 WIB
Putu Ayu Pratama Sugiyo,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengimbau masyarakat untuk hidup sehat, termasuk menggunakan masker saat berada di luar rumah.

Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya penyebaran virus Influenza A (H3N2) subclade K atau dikenal dengan super flu di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus Influenza A (H3N2) subclade K telah terdeteksi di delapan provinsi. Jumlah kasus terbanyak tercatat di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Tertinggi ditemukan di Jawa Timur, dengan jumlah mencapai puluhan kasus.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengatakan bahwa belum ditemukan kasus baik suspek maupun terkonfirmasi di wilayah Kota Malang.

Baca juga: 34.000 Warga Kota Malang Masuk Kategori Miskin Ekstrem

Meskipun demikian, masyarakat harus mewaspadai super flu ini karena tingkat keparahannya lebih berat dibandingkan flu pada umumnya.

“Untuk Kota Malang, sejauh ini belum ada laporan kasus. Namun, kami tetap mengingatkan masyarakat agar waspada dan tidak lengah,” kata Husnul saat ditemui, Minggu (4/1/2026).

Meski belum ada arahan teknis tertulis dari Dinkes Provinsi Jawa Timur, Dinkes Kota Malang telah melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan menyiagakan tenaga kesehatan di puskesmas dan posyandu.

Para tenaga kesehatan (nakes) diminta meningkatkan kewaspadaan serta melakukan deteksi dini apabila menemukan warga dengan gejala yang mengarah ke influenza berat.

“Jadi, apabila ditemukan ada yang bergejala yang mencurigakan, maka petugas bisa langsung melakukan deteksi awal dan merujuk pasien ke rumah sakit bila diperlukan,” ujar Husnul.

Baca juga: Waspada Super Flu, Dinkes Sumsel Perkuat Surveilans

Selain itu, dia menyebut, fasilitas kesehatan di Kota Malang dinilai siap menghadapi kemungkinan munculnya kasus.

Menurut dia, pengalaman selama Pandemi Covid-19 menjadi bekal penting bagi tenaga medis dalam penanganan penyakit menular.

“Baik tenaga kesehatan maupun fasilitas seperti puskesmas dan RSUD sudah siap. Kami juga berkoordinasi dengan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) jika dibutuhkan penanganan lanjutan,” kata Husnul.

Tanda atau Gejala

Terkait gejala, Husnul menjelaskan bahwa Influenza A (H3N2) memiliki tanda yang mirip dengan flu biasa, seperti demam, batuk, dan pilek.

Namun, tingkat keparahan super flu bisa lebih berat karena merupakan hasil mutasi virus.

Sebagai upaya pencegahan, masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, serta menggunakan masker saat merasa tidak sehat.

“Kami imbau agar masyarakat tidak bingung, tidak panik dengan adanya super flu ini. Tetap waspada dan jaga kesehatan, dengab cara menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta mengonsumsi makanan bergizi,” pungkasnya.

Baca juga: Gejala Super Flu yang Perlu Diwaspadai, Mirip Flu Biasa tapi Penularannya Lebih Cepat

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Banyuwangi Uji Coba ASN Bersepeda ke Kantor, Dorong Pola Hidup Aktif dan Efisien
Banyuwangi Uji Coba ASN Bersepeda ke Kantor, Dorong Pola Hidup Aktif dan Efisien
Surabaya
Polemik Pengosongan Gedung di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya Sebut untuk Penataan
Polemik Pengosongan Gedung di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya Sebut untuk Penataan
Surabaya
Wagub Emil Dardak Pastikan Alih Fungsi Hutan untuk Perumahan di Prigen Belum Kantongi Izin
Wagub Emil Dardak Pastikan Alih Fungsi Hutan untuk Perumahan di Prigen Belum Kantongi Izin
Surabaya
Banyuwangi Tak Buru-buru Terapkan WFH, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan Utama
Banyuwangi Tak Buru-buru Terapkan WFH, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan Utama
Surabaya
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
Surabaya
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
Surabaya
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Surabaya
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Surabaya
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Surabaya
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Surabaya
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
Surabaya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Surabaya
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Surabaya
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Surabaya
Teror Buaya di Sungai Tunjung Bangkalan dan Misteri Hilangnya Ibu Anak di Lokasi yang Sama
Teror Buaya di Sungai Tunjung Bangkalan dan Misteri Hilangnya Ibu Anak di Lokasi yang Sama
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau