SIDOARJO, KOMPAS.com - Satuan Lalu Lintas Polresta Sidoarjo menerapkan sistem satu arah atau one way di Jalan Letjen Sutoyo menuju Waru, Sidoarjo, menyusul lonjakan volume kendaraan bus menuju Terminal Purabaya, Bungurasih.
Kasat Lantas Polresta Sidoarjo AKP Yudhi Anugerah Putra menjelaskan, rekayasa lalu lintas itu bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan selama masa mudik Lebaran.
Selain menerapkan sistem satu arah, polisi juga menutup sejumlah titik untuk mencegah penumpukan kendaraan.
"Kami membuat sistem satu di Jalan Letjen Sutoyo yang mengarah ke Waru atau menuju ke terminal. Untuk kendaraan dari arah Sidoarjo menuju Letjen Sutoyo yang hendak belok kiri, kami tutup dan arahkan lurus menuju Surabaya," ujarnya.
Baca juga: Menunggu Ramai yang Tak Kunjung Datang, Cerita Casmudin Menjual Lumpia di Terminal Purabaya
Menurut dia, rekayasa lalu lintas tersebut cukup efektif menekan kepadatan di jalur utama tersebut. Penerapan sistem satu arah ini bersifat sementara dan bergantung pada kondisi arus lalu lintas di lapangan.
"Hal ini tidak baku atau tidak tetap, tetapi temporer melihat kondisi arus lalu lintas. Tujuannya melancarkan arus," tuturnya.
Polisi mulai menerapkan kebijakan ini sejak kemarin, Selasa (17/3/2026) dan hari ini, Rabu (18/3/2026) untuk mengantisipasi puncak arus mudik.
Baca juga: Puluhan Ribu Penumpang Lintasi Terminal Purabaya, Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi Hari Ini
Kepolisian juga akan terus mengevaluasi kondisi lalu lintas untuk menentukan apakah rekayasa serupa perlu diterapkan kembali saat arus balik.
"Jika memang masih cukup padat, akan kami berlakukan lagi. Untuk arus balik, kami evaluasi dulu kapan perkiraan puncaknya. Saat puncak arus balik, kami akan berlakukan sistem one way lagi," katanya.
Untuk mendukung rekayasa lalu lintas tersebut, polisi menyiagakan 30 personel di sepanjang Jalan Letjen Sutoyo. Personel ditempatkan di gang-gang kecil dan titik persimpangan guna mencegah kendaraan memotong arus.
"Banyak gang kecil yang jika tidak dijaga akan menyebabkan crossing, sehingga sistem satu arah yang kami buat tidak berjalan. Kami menempatkan 30 personel untuk mengamankan rekayasa ini," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang