Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bisa Fatal, Ini Penyebab Orang Dewasa Masih Bisa Terkena Campak dan Bahayanya

Kompas.com, 28 Maret 2026, 16:00 WIB
Inten Esti Pratiwi

Penulis

KOMPAS.com - Kematian dokter muda di Cianjur akibat suspek campak menjadi perhatian banyak pihak termasuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kemenkes sendiri bersama pihak terkait langsung melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) pada Jumat (27/3/2026) sebagai respons atas meninggalnya dokter pria berinisial AMW (26) di Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang diduga akibat penyakit campak tersebut.

"Almarhum dilaporkan mengalami gejala klinis berupa demam, ruam merah, serta sesak napas berat. Berdasarkan hasil investigasi sementara, pasien mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman di Jakarta, Jumat.

Dilansir dari Antara, Kemenkes turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya tenaga medis tersebut.

Aji menegaskan, kasus ini menjadi pengingat bahwa campak tidak hanya menyerang anak-anak, namun juga orang dewasa yang memiliki faktor risiko.

Baca juga: Kasus Dokter Meninggal Suspek Campak di Cianjur, Seberapa Berbahaya Campak pada Dewasa?

Campak pada orang dewasa

Diberitakan Kompas.com, Sabtu, Kemenkes menegaskan bahwa orang dewasa justru berisiko mengalami komplikasi serius hingga berujung fatal jika terkena campak.

Kemenkes memaparkan, orang dewasa yang belum pernah divaksinasi atau belum pernah terinfeksi campak tetap memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi berat.

"Orang dewasa yang belum pernah divaksinasi atau belum pernah terinfeksi campak tetap memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi serius dan berakibat fatal," sambungnya. 

Senada, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga berkali-kali menegaskan bahwa campak dapat menyerang siapa saja yang tidak memiliki kekebalan, termasuk orang dewasa. 

Baca juga: Pemkot Balikpapan Minta Pasien Campak Isolasi Mandiri Selama 2 Minggu

Mengapa orang dewasa bisa terkena campak?

Dilansir dari laman WHO, ada beberapa penyebab mengapa orang dewasa bisa terkena campak, yaitu:

1. Tidak memiliki kekebalan (belum vaksin atau tidak kebal)

WHO menyebutkan bahwa siapa pun yang tidak memiliki imunitas, baik karena belum divaksin atau tidak membentuk kekebalan, dapat terinfeksi virus campak. 

2. Virus sangat mudah menular

Campak termasuk salah satu penyakit paling menular di dunia. Virus menyebar melalui udara saat penderita batuk atau bersin, bahkan bisa bertahan di udara hingga beberapa jam. 

3. Paparan di lingkungan berisiko

Orang dewasa yang bepergian ke daerah dengan kasus campak tinggi atau berada di lingkungan padat akan lebih mudah tertular, terutama jika belum mendapatkan vaksin lengkap. 

4. Sistem imun melemah

Kondisi daya tahan tubuh yang rendah juga meningkatkan risiko infeksi, termasuk pada usia dewasa.

Baca juga: Kemenkes Beberkan Fakta tentang Campak: Gejala, Penularan, dan Faktor Risiko

Apa bahaya campak pada dewasa?

Dilansir dari laman CDC, campak pada orang dewasa sering kali lebih berisiko menimbulkan komplikasi serius dibandingkan pada anak.

Halaman:


Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau