Penulis
KOMPAS.com - Bashar al-Assad telah dijatuhkan dari posisinya sebagai presiden dan orang paling berkuasa di Suriah, setelah Damaskus dikuasai kelompok oposisi Hayat Tahrir al Sham pada 7 Desember 2024.
Saat ini, Assad dikabarkan berada di Rusia untuk mendapatkan suaka. Sejumlah informasi keliru mengenai situasi di bekas kediaman Assad beredar di media sosial sejak dia dijatuhkan.
Misalnya, beredar narasi yang menyatakan bahwa ditemukan gulungan Taurat yang berusia lebih dari 500 tahun di ruang bawah tanah salah satu bangunan yang dikuasai Assad.
Narasi itu juga menyatakan bahwa penemuan Taurat menjadi bukti adanya komunitas Yahudi kuno di masa lalu.
Setelah ditelusuri, video memang memperlihatkan Taurat berusia 500 tahun. Namun, video itu telah diunggah sejak 2017 dan tidak terjadi di Suriah.
Narasi dalam sebuah video menyatakan bahwa aparat Tunisia menggagalkan penyelundupan Taurat dari abad ke-15. Artefak itu akan dijual di Eropa.
Jadi, tidak benar gulungan Taurat berusia lebih dari 500 tahun itu ditemukan di bangunan yang pernah dikuasai Bashar al-Assad.
Simak penjelasannya dalam infografik berikut ini:
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangView this post on Instagram