Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tuah Asia Tenggara, KTT ASEAN 2025 Jadi Panggung Rekonsiliasi Dunia

Kompas.com, 27 Oktober 2025, 08:56 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com - Malaysia menjadi tuan rumah gelaran KTT ke-47 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur, Minggu hingga Selasa (26-28/10/2025).

KTT ASEAN tersebut menjadi pertemuan tingkat tinggi para kepala negara atau pemerintahan negara anggota di regional Asia Tenggara dan diadakan setiap tahunnya.

Selama tiga hari penyelenggaraan, KTT kali ini juga tidak hanya menjadi ajang kerja sama regional, tetapi juga momentum rekonsiliasi sejumlah kekuatan besar dunia.

Berikut momen-momen rekonsiliasi yang terjalin di sela KTT ASEAN yang dirangkum dari pemberitaan Kompas.com.

Baca juga: Tuah KTT ASEAN, Hubungan AS dan Brasil Mencair Usai Trump-Lula Bertemu

Perang dagang AS-China mereda

Setelah berbulan-bulan berseteru dalam perang dagang, Washington menunjukkan langkah damai terhadap Beijing.

Delegasi kedua negara mengadakan pertemuan di sela KTT ASEAN dan mencapai kesepakatan awal terkait perdagangan komoditas strategis, termasuk logam tanah jarang dan kedelai.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, China akan kembali membeli kedelai dalam jumlah besar dari AS dan menunda pemberlakuan lisensi ekspor baru untuk logam tanah jarang selama satu tahun.

"Saya memperkirakan pembelian kedelai akan berlangsung besar," ujar Bessent kepada CBS.

Pertemuan ini menjadi sinyal meredanya perang dagang kedua raksasa ekonomi dunia yang telah berlangsung sejak 2018.

Wakil Perdana Menteri China He Lifeng dan negosiator utama Li Chenggang menyebut, kedua negara telah mencapai konsensus awal dan akan melanjutkan proses persetujuan di dalam negeri masing-masing.

Trump dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan pada 30 Oktober untuk memfinalisasi kesepakatan tersebut.

Baca juga: Peran Indonesia Dalam Keanggotaan Asean untuk Timor Leste

Mencairnya hubungan AS dan Brasil

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berjabat tangan saat bertemu di sela-sela KTT ke-47 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025).ISTANA KEPRESIDENAN BRASIL via REUTERS Presiden AS Donald Trump dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berjabat tangan saat bertemu di sela-sela KTT ke-47 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025).

Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menjadi salah satu sorotan utama di sela KTT ASEAN.

Keduanya sepakat memulai kembali dialog perdagangan setelah berbulan-bulan tegang akibat kebijakan tarif tinggi AS terhadap produk Brasil.

"Kami sepakat bahwa tim kami akan segera bertemu untuk mencari solusi atas tarif dan sanksi terhadap otoritas Brasil," kata Lula dalam unggahan di media sosial usai pertemuan.

Halaman:

Terkini Lainnya
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Internasional
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Tuah Asia Tenggara, KTT ASEAN 2025 Jadi Panggung Rekonsiliasi Dunia
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat