Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AS Tak Mau Delcy Rodriguez Pimpin Venezuela Terus-menerus Usai Maduro Ditangkap

Kompas.com, 29 Januari 2026, 14:31 WIB
Inas Rifqia Lainufar

Penulis

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Dalam sidang di Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Senator Marco Rubio memastikan bahwa Amerika Serikat tidak berniat membiarkan elit penguasa Venezuela yang korup mempertahankan kekuasaan untuk jangka panjang.

Rubio menegaskan hubungan sementara dengan pejabat rezim Nicolas Maduro — termasuk Delcy Rodriguez — adalah langkah sementara, bukan solusi permanen.

“Kita bahkan belum empat minggu dalam hal ini, dan jika kondisinya masih terlihat seperti ini enam bulan, sembilan bulan, atau setahun dari sekarang — jika tidak ada kemajuan — perasaan kita akan sangat berbeda,” ujarnya.

Baca juga: AS Ultimatum Presiden Interim Venezuela: Patuh atau Bernasib seperti Maduro

Rubio menambahkan, “Saya pikir kita telah membuat kemajuan substansial dalam waktu yang sangat singkat, tetapi saya mengakui kita ingin membuat banyak kemajuan lagi; ini bukan keadaan akhir yang kita inginkan.”

Pernyataan ini muncul di tengah kritik yang menganggap Washington justru memberi legitimasi kepada sisa-sisa pemerintahan Maduro.

Para senator dari kedua partai sepakat bahwa penindasan oleh rezim Maduro tak dapat ditoleransi, namun ada kekhawatiran tentang arah keterlibatan AS di Venezuela.

Kritik Senator tentang pelanggaran HAM

Dilansir New York Post, Rabu (28/1/2026), Senator Cory Booker (D-NJ) mengkritik keras penindasan yang masih berlangsung di Venezuela.

Ia mempertanyakan mengapa AS bekerja sama dengan pemerintah yang terus menindas rakyatnya sendiri.

“Saya hanya ingin tahu apa rencananya untuk menangani pelanggaran hak asasi manusia yang jauh lebih agresif ini dan mencoba menghentikan milisi bersenjata ini,” katanya.

Booker menambahkan bahwa frustrasi muncul karena “kita masih memiliki rezim represif yang berkuasa di Venezuela, menekan hak asasi manusia, namun kita justru bekerja sama dengan mereka.”

Kelompok milisi bersenjata Venezuela yang dikenal sebagai “colectivos” terus meneror lawan rezim yang tersisa.

Baru-baru ini, Delcy Rodriguez mendorong kelompok bersenjata itu untuk menghentikan dan memeriksa mobil serta ponsel warga untuk mencari bukti dukungan terhadap misi penangkapan Maduro pada 3 Januari.

Tantangan transisi dari otoritarianisme

Rubio menjelaskan bahwa membantu sebuah negara melakukan transisi dari otoritarianisme bukanlah tugas yang sederhana dan membutuhkan waktu.

“Saya paham, kita semua ingin sesuatu segera, tetapi ini bukan makanan beku yang Anda masukkan ke microwave dan dalam dua setengah menit keluar siap disantap — ini hal-hal yang kompleks,” ujarnya kepada para senator.

Baca juga: Trump Bocorkan Senjata Rahasia Saat Tangkap Maduro hingga Tentara Venezuela Muntah Darah

Senator Jeanne Shaheen (D-NH) mendukung penggulingan Maduro dan menyambut rencana AS membuka kedutaan di Caracas untuk memiliki kehadiran diplomatik di lapangan.

Halaman:

Terkini Lainnya
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Dihantam Krisis, PM Malaysia Ajak Rakyat Fokus Hadapi Tekanan Ekonomi
Dihantam Krisis, PM Malaysia Ajak Rakyat Fokus Hadapi Tekanan Ekonomi
Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
AS Tak Mau Delcy Rodriguez Pimpin Venezuela Terus-menerus Usai Maduro Ditangkap
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat