Penulis
WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Dalam sidang di Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Senator Marco Rubio memastikan bahwa Amerika Serikat tidak berniat membiarkan elit penguasa Venezuela yang korup mempertahankan kekuasaan untuk jangka panjang.
Rubio menegaskan hubungan sementara dengan pejabat rezim Nicolas Maduro — termasuk Delcy Rodriguez — adalah langkah sementara, bukan solusi permanen.
“Kita bahkan belum empat minggu dalam hal ini, dan jika kondisinya masih terlihat seperti ini enam bulan, sembilan bulan, atau setahun dari sekarang — jika tidak ada kemajuan — perasaan kita akan sangat berbeda,” ujarnya.
Baca juga: AS Ultimatum Presiden Interim Venezuela: Patuh atau Bernasib seperti Maduro
Rubio menambahkan, “Saya pikir kita telah membuat kemajuan substansial dalam waktu yang sangat singkat, tetapi saya mengakui kita ingin membuat banyak kemajuan lagi; ini bukan keadaan akhir yang kita inginkan.”
Pernyataan ini muncul di tengah kritik yang menganggap Washington justru memberi legitimasi kepada sisa-sisa pemerintahan Maduro.
Para senator dari kedua partai sepakat bahwa penindasan oleh rezim Maduro tak dapat ditoleransi, namun ada kekhawatiran tentang arah keterlibatan AS di Venezuela.
Dilansir New York Post, Rabu (28/1/2026), Senator Cory Booker (D-NJ) mengkritik keras penindasan yang masih berlangsung di Venezuela.
Ia mempertanyakan mengapa AS bekerja sama dengan pemerintah yang terus menindas rakyatnya sendiri.
“Saya hanya ingin tahu apa rencananya untuk menangani pelanggaran hak asasi manusia yang jauh lebih agresif ini dan mencoba menghentikan milisi bersenjata ini,” katanya.
Booker menambahkan bahwa frustrasi muncul karena “kita masih memiliki rezim represif yang berkuasa di Venezuela, menekan hak asasi manusia, namun kita justru bekerja sama dengan mereka.”
Kelompok milisi bersenjata Venezuela yang dikenal sebagai “colectivos” terus meneror lawan rezim yang tersisa.
Baru-baru ini, Delcy Rodriguez mendorong kelompok bersenjata itu untuk menghentikan dan memeriksa mobil serta ponsel warga untuk mencari bukti dukungan terhadap misi penangkapan Maduro pada 3 Januari.
Rubio menjelaskan bahwa membantu sebuah negara melakukan transisi dari otoritarianisme bukanlah tugas yang sederhana dan membutuhkan waktu.
“Saya paham, kita semua ingin sesuatu segera, tetapi ini bukan makanan beku yang Anda masukkan ke microwave dan dalam dua setengah menit keluar siap disantap — ini hal-hal yang kompleks,” ujarnya kepada para senator.
Baca juga: Trump Bocorkan Senjata Rahasia Saat Tangkap Maduro hingga Tentara Venezuela Muntah Darah
Senator Jeanne Shaheen (D-NH) mendukung penggulingan Maduro dan menyambut rencana AS membuka kedutaan di Caracas untuk memiliki kehadiran diplomatik di lapangan.