Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sidang Penjarahan Rumah Uya Kuya: Fakta, Kerugian Rp 7 Miliar, dan Drama Kucing Peliharaan

Kompas.com, 4 Desember 2025, 09:38 WIB
Cynthia Lova,
Tri Susanto Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Sidang lanjutan kasus penjarahan rumah Uya Kuya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengungkap berbagai fakta penting terkait kejadian pada 30 Agustus 2025.

Dalam persidangan yang menghadirkan Uya sebagai saksi, terungkap kerugian fantastis, kondisi rumah yang porak-poranda, hingga kisah kucing-kucing peliharaannya yang sempat hilang dan berpindah tangan.

Baca juga: Uya Kuya Tidak Ingin Terdakwa Penjarahan Rumahnya Dihukum Berat

Selain memaparkan detail peristiwa, Uya juga menunjukkan sikap memaafkan terhadap para terdakwa, meski tetap menegaskan proses hukum harus berjalan.

Momen haru pun mewarnai ruang sidang ketika para terdakwa menyampaikan permintaan maaf.

Kompas.com merangkum fakta-fakta penting yang terungkap dalam sidang penjarahan rumah Uya Kuya:

1. Uya Kuya Lebih Cemas Soal Kucing daripada Barang Berharga

Uya Kuya mengaku, kekhawatiran terbesarnya saat rumahnya dijarah bukan barang-barang yang hilang, melainkan keselamatan kucing peliharaannya.

Dalam kesaksiannya, ia mengatakan, “Yang saya khawatirkan cuma kucing.”

Ia menambahkan, sejak awal sudah mengikhlaskan hilangnya barang-barang rumah, termasuk televisi, peralatan rumah tangga, hingga beberapa bagian bangunan.

Karena kucing adalah makhluk hidup, ia merasa wajib memastikan keselamatannya.

Baca juga: Seluruh Isi Rumah Raib, Uya Kuya Sebut Kerugian Penjarahan Capai Rp 7 Miliar

Uya mengetahui penjarahan tersebut melalui video call dari kerabat dan rekaman-rekaman yang beredar di TikTok.

Dari video itu, ia melihat salah satu terdakwa membawa kucingnya keluar dari rumah.

Setelah kejadian, lima ekor kucing akhirnya ditemukan dan dikembalikan kepada keluarga Uya pada 17 September, meski beberapa di antaranya dalam kondisi kurang sehat. “Ada yang kena scabies dan menular ke yang lain. Ada yang kurus dan agak sakit,” ujar Uya.

2. Kerugian Mencapai Rp 7 Miliar: Hampir Seluruh Isi Rumah Raib

Dalam persidangan, Uya membenarkan total kerugian akibat penjarahan mencapai Rp 7 miliar. Majelis hakim juga menegaskan angka tersebut berdasarkan laporan saksi lain.

“Iya, benar Rp 7 miliar. Sampai sekarang saya masih bingung menghitungnya,” kata Uya.

Ia menjelaskan rumah tersebut dihuni banyak anggota keluarga, sehingga kerugian tidak hanya menimpa dirinya, tetapi juga mertua, adik ipar, dan karyawan.

Baca juga: Bersaksi di Sidang Penjarahan Rumahnya, Uya Kuya: Sudah Ikhlas, tetapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Halaman:

Terkini Lainnya
Pandji Pragiwaksono Umumkan Jadwal Adili Idola, Reza Arap Jadi Target Berikutnya
Pandji Pragiwaksono Umumkan Jadwal Adili Idola, Reza Arap Jadi Target Berikutnya
Entertainment
Cerita Lebaran Anti-mainstream Luna Maya dan Maxime Bouttier, Alasan Shalat Ied di Kapal
Cerita Lebaran Anti-mainstream Luna Maya dan Maxime Bouttier, Alasan Shalat Ied di Kapal
Entertainment
Bukan April Mop, iKON Umumkan Konser FOUREVER di Jakarta
Bukan April Mop, iKON Umumkan Konser FOUREVER di Jakarta
K-Wave
Jennifer Coppen dan Justin Hubner Pamer Foto Prewedding Adat Jawa, Siap Menikah di Bali?
Jennifer Coppen dan Justin Hubner Pamer Foto Prewedding Adat Jawa, Siap Menikah di Bali?
Entertainment
Mengenal Zero Post, Ketika Gen Z Pilih Berhenti Bagikan Unggahan di Medsos
Mengenal Zero Post, Ketika Gen Z Pilih Berhenti Bagikan Unggahan di Medsos
Entertainment
Tanggal Bebas P Diddy Dimajukan Lagi, Keluar Penjara Makin Cepat 
Tanggal Bebas P Diddy Dimajukan Lagi, Keluar Penjara Makin Cepat 
Seleb
Dibintangi IU dan Byeon Woo Seok, Perfect Crown Curi Perhatian Jelang Penayangan Perdana
Dibintangi IU dan Byeon Woo Seok, Perfect Crown Curi Perhatian Jelang Penayangan Perdana
K-Wave
Sutradara Sebut Zona Merah Versi Film Lebih Brutal dan Chaos
Sutradara Sebut Zona Merah Versi Film Lebih Brutal dan Chaos
Entertainment
Terpisah 66 Tahun, Penulis Reda Gaudiamo Bertemu Sosok Nyata Sahabatnya di Film Na Willa
Terpisah 66 Tahun, Penulis Reda Gaudiamo Bertemu Sosok Nyata Sahabatnya di Film Na Willa
Entertainment
Tak Asal Pilih, Tasya Farasya Jelaskan Alasan Pakai Baju Warna Kuning Saat Sidang Cerai
Tak Asal Pilih, Tasya Farasya Jelaskan Alasan Pakai Baju Warna Kuning Saat Sidang Cerai
Seleb
Luna Maya Jadi Eksekutif Produser Film Zona Merah, Akui Pecinta Film Zombie
Luna Maya Jadi Eksekutif Produser Film Zona Merah, Akui Pecinta Film Zombie
Entertainment
Bicara Bahasa Indonesia, Minhyuk MONSTA X Curi Perhatian Jelang Konser di Jakarta
Bicara Bahasa Indonesia, Minhyuk MONSTA X Curi Perhatian Jelang Konser di Jakarta
K-Wave
Sakit Gigi di Penjara, Nikita Mirzani Dibawa ke Rumah Sakit
Sakit Gigi di Penjara, Nikita Mirzani Dibawa ke Rumah Sakit
Entertainment
Tiger Woods Akhirnya Buka Suara Usai Kecelakaan Lagi dan Tudingan Berkendara Kondisi Mabuk
Tiger Woods Akhirnya Buka Suara Usai Kecelakaan Lagi dan Tudingan Berkendara Kondisi Mabuk
Entertainment
Sule Masih Pikir Matang untuk Menikah Lagi Meski Sudah Direstui Anak, Akui Capek Mulai dari Awal
Sule Masih Pikir Matang untuk Menikah Lagi Meski Sudah Direstui Anak, Akui Capek Mulai dari Awal
Seleb
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau