Penulis
KOMPAS.com – Avatar: Fire and Ash, film ketiga dalam seri Avatar karya sutradara James Cameron, secara resmi telah melampaui angka 1 miliar dollar AS di box office global.
Dengan kurs sekitar Rp 15.700 per dollar AS, pencapaian itu setara dengan Rp 15,7 triliun—sebuah prestasi finansial yang termasuk luar biasa untuk rilisan film besar pada awal 2026.
Baca juga: Avatar: Fire and Ash Tembus Rp 12,7 Triliun dalam Dua Pekan, China Jadi Pasar Terbesar
Meskipun sempat ada kekhawatiran bahwa franchise Avatar mulai menunjukkan tanda kelelahan narasi, film ini membuktikan konsistensinya dengan pencapaian lebih dari 1 miliar dollar, menurut The Hollywood Reporter.
Pada Hari Tahun Baru (Kamis), total pendapatan global Avatar: Fire and Ash telah mencapai 935 juta dolar atau setara Rp 14,7 triliun, yang terdiri dari:
Baca juga: James Cameron Bicara Nasib Avatar 4 dan 5, Singgung Risiko Terpahit
Pada hari Jumat berikutnya, film ini menambah sekitar 14 juta dolar (Rp 220 miliar) dari 3.832 bioskop di AS, sehingga total domestik mencapai sekitar 280 juta dolar (Rp 4,39 triliun).
Pendapatan ini menjadikan Avatar: Fire and Ash sebagai salah satu dari hanya tiga film Hollywood yang melewati angka 1 miliar dolar pada tahun 2025, bersama dengan Lilo & Stitch (1,038 miliar dolar atau Rp 16,3 triliun) dan Zootopia 2 (1,51 miliar dolar atau Rp 23,7 triliun) hingga saat ini.
Baca juga: Film Marty Supreme Mampu Bersaing dengan Anaconda di Box Office, Avatar 3 Tetap Berjaya
Avatar: Fire and Ash merupakan film keempat karya James Cameron yang berhasil menembus 1 miliar dolar secara global, bergabung bersama:
Film Avatar tahun 2009 masih memegang rekor sebagai film terlaris sepanjang masa dengan pendapatan lebih dari 2,9 miliar dolar (Rp 45,5 triliun), sementara The Way of Water mencetak 2,3 miliar dolar (Rp 36,1 triliun).
Baca juga: Berperan di Avatar: Fire and Ash, Oona Chaplin Tanggapi Tuduhan Nepo Baby
Sebelumnya, Cameron sempat menyuarakan kekhawatiran bahwa lesunya pendapatan box office pasca-COVID-19 dan potensi fatigue waralaba bisa membuat Avatar: Fire and Ash tidak sejago The Way of Water. Ia juga menyatakan keraguannya mengenai kelanjutan cerita di Avatar 4 dan Avatar 5.
“Begini,” kata Cameron kepada Entertainment Weekly. “Jika kami tidak bisa membuat Avatar 4 dan 5 karena alasan apa pun, saya akan mengadakan konferensi pers dan menjelaskan apa yang akan kami lakukan. Bagaimana?”
Baca juga: Film Avatar: Fire and Ash Raup Rp 573 Miliar pada Hari Pembukaan
Melanjutkan kisah The Way of Water, Avatar: Fire and Ash mengikuti perjalanan Jake Sully dan keluarga Neytiri saat mereka berduka dan berhadapan dengan suku Na’vi baru yang agresif, yaitu klan Mangkwan, yang mengancam masa depan Pandora.
Media internasional menyebut film ini memberikan “nilai hiburan yang sulit dibantah,” meskipun menyatakan bahwa Fire and Ash kadang terasa mengulang elemen-elemen yang sudah familiar dari seri sebelumnya.
Baca juga: Film Timur Tayang Barengan dengan Avatar, Produser Akui Ambil Risiko Besar
Dalam promosi film ini, Cameron juga secara vokal menanggapi beberapa isu lama, termasuk menyanggah klaim Matt Damon bahwa ia ditawari peran utama dalam Avatar pertama, serta menanggapi lelucon yang dibuat Amy Poehler tentang dirinya di Golden Globes 2013.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang