Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kate Middleton dan Putri Anne Ubah Salam di Hadapan Raja Charles, Langgar Tradisi?

Kompas.com, 11 Maret 2026, 18:13 WIB
Andika Aditia

Penulis

KOMPAS.com – Upacara Commonwealth Day di Westminster Abbey, London, diwarnai momen tak terduga ketika Kate Middleton dan Putri Anne terlihat menyesuaikan cara salam mereka—yang dianggap sebagai pelanggaran kecil terhadap protokol kerajaan.

Alih-alih bertukar cium pipi seperti biasanya, keduanya memilih salam yang lebih santai dan jenaka. Penyebabnya? Topi besar yang dikenakan Kate.

Baca juga: Pangeran Andrew Ditahan, William dan Kate Pasang Badan untuk Raja Charles

Momen Canggung yang Jadi Sorotan

Dalam prosesi tersebut, Kate tetap menunjukkan sikap formal dengan membungkuk dan mencium pipi Raja Charles III. Namun saat berhadapan dengan Anne, situasinya berbeda.

Putri Anne yang dikenal menjunjung tinggi formalitas tampak memilih alternatif yang lebih praktis ketimbang harus membungkuk di bawah topi lebar Kate.

Keduanya pun bertukar salam ringan yang disertai senyum, mencairkan suasana.

Baca juga: Pangeran William dan Kate Middleton Dukung Pernyataan Raja soal Penangkapan Eks Pangeran Andrew

Reporter kerajaan Rebecca English kepada Daily Mail menyebut, “Tidak mungkin Putri Anne akan mencoba mencium di bawah topi seperti Putri Wales.”

Sementara itu, Pangeran William tetap mengikuti tradisi keluarga dengan mencium pipi bibinya sebelum menyapa Ratu Camilla.

Gestur ini menunjukkan bahwa etiket kerajaan tetap dijaga, meski ada penyesuaian kecil karena faktor teknis.

Baca juga: Pangeran William dan Kate Middleton Soroti Skandal Epstein Files, Jauhi Pangeran Andrew

Putri Anne dan Gaya Formal yang Konsisten

Putri Anne memang dikenal konsisten mempertahankan salam formal. Ia kerap memadukannya dengan sentuhan humor, seperti saat memilih berjabat tangan alih-alih berpelukan dengan kapten rugby Skotlandia Sione Tuipulotu usai kemenangan timnya.

Sejak wafatnya Ratu Elizabeth II pada 2022, Anne disebut semakin menegaskan preferensinya pada interaksi yang lebih resmi.

Biografer kerajaan Robert Hardman bahkan menulis bahwa Anne pernah bereaksi tak terduga ketika seorang staf senior mencoba memeluknya.

Baca juga: Kate Middleton Disebut Jaga Jarak dari Donald Trump Usai Pertemuan Terakhir Dinilai Tak Nyaman

Mengapa Putri Anne Tak di Urutan Kedua Suksesi Takhta?

Di tengah sorotan tersebut, publik kembali mempertanyakan posisi Putri Anne dalam garis suksesi.

Meski merupakan satu-satunya putri Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip, Anne tidak berada di posisi atas dalam urutan pewaris takhta.

Saat lahir pada 1950, sistem yang berlaku masih menganut primogenitur yang mengutamakan laki-laki, sehingga ia berada di belakang kakaknya, Raja Charles III, serta adik-adiknya, Pangeran Andrew dan Pangeran Edward.

Baca juga: Pangeran William dan Kate Middleton Tunjukkan Dukungan bagi Korban Jeffrey Epstein

Perubahan baru terjadi melalui Undang-Undang Suksesi Takhta 2013 yang menerapkan primogenitur absolut—mengutamakan urutan kelahiran tanpa memandang gender—namun aturan itu tidak berlaku surut bagi Anne dan saudara-saudaranya.

Kini, Putri Anne berada di urutan ke-11 dalam garis suksesi. Reformasi tersebut justru menguntungkan generasi berikutnya, seperti Putri Charlotte yang tetap berada di atas adiknya, Pangeran Louis, sesuai urutan kelahiran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Cerita Lebaran Anti-mainstream Luna Maya dan Maxime Bouttier, Alasan Shalat Ied di Kapal
Cerita Lebaran Anti-mainstream Luna Maya dan Maxime Bouttier, Alasan Shalat Ied di Kapal
Entertainment
Bukan April Mop, iKON Umumkan Konser FOUREVER di Jakarta
Bukan April Mop, iKON Umumkan Konser FOUREVER di Jakarta
K-Wave
Jennifer Coppen dan Justin Hubner Pamer Foto Prewedding Adat Jawa, Siap Menikah di Bali?
Jennifer Coppen dan Justin Hubner Pamer Foto Prewedding Adat Jawa, Siap Menikah di Bali?
Entertainment
Mengenal Zero Post, Ketika Gen Z Pilih Berhenti Bagikan Unggahan di Medsos
Mengenal Zero Post, Ketika Gen Z Pilih Berhenti Bagikan Unggahan di Medsos
Entertainment
Tanggal Bebas P Diddy Dimajukan Lagi, Keluar Penjara Makin Cepat 
Tanggal Bebas P Diddy Dimajukan Lagi, Keluar Penjara Makin Cepat 
Seleb
Dibintangi IU dan Byeon Woo Seok, Perfect Crown Curi Perhatian Jelang Penayangan Perdana
Dibintangi IU dan Byeon Woo Seok, Perfect Crown Curi Perhatian Jelang Penayangan Perdana
K-Wave
Sutradara Sebut Zona Merah Versi Film Lebih Brutal dan Chaos
Sutradara Sebut Zona Merah Versi Film Lebih Brutal dan Chaos
Entertainment
Terpisah 66 Tahun, Penulis Reda Gaudiamo Bertemu Sosok Nyata Sahabatnya di Film Na Willa
Terpisah 66 Tahun, Penulis Reda Gaudiamo Bertemu Sosok Nyata Sahabatnya di Film Na Willa
Entertainment
Tak Asal Pilih, Tasya Farasya Jelaskan Alasan Pakai Baju Warna Kuning Saat Sidang Cerai
Tak Asal Pilih, Tasya Farasya Jelaskan Alasan Pakai Baju Warna Kuning Saat Sidang Cerai
Seleb
Luna Maya Jadi Eksekutif Produser Film Zona Merah, Akui Pecinta Film Zombie
Luna Maya Jadi Eksekutif Produser Film Zona Merah, Akui Pecinta Film Zombie
Entertainment
Bicara Bahasa Indonesia, Minhyuk MONSTA X Curi Perhatian Jelang Konser di Jakarta
Bicara Bahasa Indonesia, Minhyuk MONSTA X Curi Perhatian Jelang Konser di Jakarta
K-Wave
Sakit Gigi di Penjara, Nikita Mirzani Dibawa ke Rumah Sakit
Sakit Gigi di Penjara, Nikita Mirzani Dibawa ke Rumah Sakit
Entertainment
Tiger Woods Akhirnya Buka Suara Usai Kecelakaan Lagi dan Tudingan Berkendara Kondisi Mabuk
Tiger Woods Akhirnya Buka Suara Usai Kecelakaan Lagi dan Tudingan Berkendara Kondisi Mabuk
Entertainment
Sule Masih Pikir Matang untuk Menikah Lagi Meski Sudah Direstui Anak, Akui Capek Mulai dari Awal
Sule Masih Pikir Matang untuk Menikah Lagi Meski Sudah Direstui Anak, Akui Capek Mulai dari Awal
Seleb
Sudah Tiga Tahun Pacaran, Sule Pertimbangkan Menikah Lagi Tahun Depan
Sudah Tiga Tahun Pacaran, Sule Pertimbangkan Menikah Lagi Tahun Depan
Entertainment
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau