Penulis
KOMPAS.com - Netflix dilaporkan gagal mengamankan kerja sama sponsor untuk acara BTS COMEBACK LIVE: ARIRANG, meski konser tersebut berhasil menarik jutaan penonton dari seluruh dunia.
Dikutip dari allkpop, Netflix sempat menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar, baik dari dalam maupun luar negeri, menjelang acara comeback BTS di kawasan Gwanghwamun.
Baca juga: Comeback Live BTS di Netflix Disaksikan 18,4 Juta Penonton dalam Sehari
Negosiasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk maskapai penerbangan Korea Selatan, perusahaan kartu kredit global, hingga perusahaan teknologi besar.
Nilai proposal sponsor yang diajukan disebut mencapai ratusan miliar won Korea.
Namun, seluruh pembicaraan tersebut akhirnya gagal mencapai kesepakatan pada tahap akhir.
Baca juga: Ibu Mertua Jun Ji Hyun Klarifikasi Komentar soal Bahasa Inggris BTS, Ngaku Hanya Bercanda
Meski tanpa sponsor, konser BTS COMEBACK LIVE: ARIRANG tetap mencatat performa global yang kuat.
Netflix melaporkan bahwa siaran langsung pada 21 Maret tersebut ditonton oleh 18,4 juta penonton di 190 negara.
Secara mingguan, jumlah penonton mencapai 13,1 juta, dihitung dari total waktu tonton dibagi durasi tayangan.
Baca juga: 10 Fakta Konser Comeback BTS: Rekor Global, Keamanan Ketat, hingga Aksi Simpatik Fans
Ini menjadikannya sebagai tayangan TV non-Inggris paling banyak ditonton di dunia pada periode 16–22 Maret.
Acara ini juga menempati posisi pertama di 24 negara.
Baca juga: Pernyataan Lama RM BTS soal Alasan Tak Banyak Gunakan Lirik Bahasa Inggris Ramai Disorot
Namun, capaian tersebut masih berada di bawah ekspektasi awal pasar yang memperkirakan jumlah penonton bisa menembus puluhan juta.
Salah satu faktor yang dinilai memengaruhi adalah jadwal siaran global.
Acara ditayangkan pukul 20.00 waktu Korea Selatan, yang berarti pagi hari di Amerika Serikat dan siang hari di Eropa Barat, waktu yang kurang ideal untuk penayangan langsung.
Baca juga: RM BTS Tulis Pesan Menyentuh Usai Konser Comeback, Sampaikan Rasa Bangga pada ARMY
Sebagai catatan, Netflix pada umumnya tidak menyertakan iklan maupun sponsor dalam konten orisinalnya, meskipun ada beberapa pengecualian.
Dalam proyek ini, Netflix juga dilaporkan menanggung biaya produksi yang mencapai ratusan miliar won, sementara hak kekayaan intelektual tetap dimiliki oleh HYBE.
Pihak Netflix menyatakan bahwa pembicaraan dengan sejumlah perusahaan memang sempat dilakukan, namun detail kerja sama tidak dapat diungkap ke publik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang