Penulis
KOMPAS.com- Sebuah film animasi pendek yang dibuat dengan AI oleh stasiun televisi pemerintah China, CCTV menjadi viral setelah diduga menyindir perang AS-Israel di Iran.
Pertama kali diunggah oleh CCTV pada hari Rabu, film bergaya wuxia ini berpusat pada perang antara "Elang Putih" dan "Kucing Persia" yang dianggap mewakili AS dan Iran.
Video berdurasi 5 menit itu mendapatkan lebih dari 1,7 juta suka dalam sehari setelah dirilis.
Film pendek produksi CCTV ini disajikan dengan gaya bela diri Shaw Brothers yang kuat.
Baca juga: Umumnya Berdurasi 60 Detik, Apa Alasan Mikro Drama China Digemari?
"Elang botak" yang diduga melambangkan Amerika Serikat, mengklaim menguasai dunia bela diri dan membersihkannya dari musuh-musuhnya sendiri, menekankan bahwa tidak ada yang lebih memahami taktik pemenggalan kepala daripada dirinya.
Target serangannya adalah kucing Persia yang berasal dari Timur Tengah.
Meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan perang tersebut, film pendek animasi ini sangat mirip dengan konflik yang dimulai pada 28 Februari.
Ketika AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, menewaskan mantan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei, dan beberapa pejabat senior.
Baca juga: Habiskan Rp 5 Juta untuk Nonton Dracin, Adam Suseno: Penasaran, Belum Selesai, Putus
Beberapa penonton China daratan berkomentar bahwa bahkan anak-anak pun dapat mengetahui bahwa itu adalah metafora untuk Perang Iran-Irak.
Film ini juga menampilkan istilah "jarum anti-pesawat," yang merujuk pada rudal pertahanan udara Patriot, sementara "burung kayu" yang ditembak jatuh mewakili drone.
Selain itu, film ini juga menggambarkan pengeluaran dana besar-besaran Aliansi Elang Putih, yang menyebabkan ketidakpuasan publik yang meluas, dan diinterpretasikan sebagai satire atas keputusan AS untuk berperang, yang pada akhirnya terbukti kontraproduktif.
Menyampaikan pesan anti perang, film ini lebih lanjut menekankan bahwa "dunia bukan hanya tentang berperang dan membunuh, ini tentang hubungan antar manusia, dan terlebih lagi, tentang mencari nafkah."
Baca juga: Siapa Zhou Yiran? Aktor Drama China Populer yang Datang ke Indonesia
Selain media pemerintah yang memproduksi video pendek yang diduga mengomentari situasi Timur Tengah, pemerintah China juga telah mengambil tindakan diplomatik.
Pada tanggal 19, Menteri Luar Negeri Wang Yi, dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Inggris, mendesak semua pihak untuk segera menghentikan operasi militer.
Sebelumnya, pada tanggal 18, Wang Yi bertemu dan mengadakan pembicaraan di Beijing dengan Utusan Khusus Presiden UEA untuk Urusan China, di mana utusan tersebut memberinya pengarahan tentang situasi terkini di Timur Tengah.
Selama pembicaraan, Wang Yi menegaskan kembali posisi China, menekankan bahwa perang seharusnya tidak terjadi sejak awal dan tidak perlu melanjutkan pertempuran.
Ia juga menyatakan bahwa China akan terus berupaya untuk menengahi gencatan senjata dan mengakhiri perang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang