Editor
KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bandung mulai mengurangi mobilisasi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam penggunaan kendaraan dinas, sebagai langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM).
Kebijakan ini diambil menyusul dampak konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi global.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan bahwa pembatasan mobilitas dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan harga BBM serta upaya efisiensi penggunaan energi.
Baca juga: Puting Beliung Landa Mekarsari Kabupaten Bandung, 22 Rumah Rusak
Ia menyebutkan bahwa selama ini penggunaan kendaraan dinas di lingkungan Pemkot Bandung sudah dibatasi, bahkan tidak digunakan untuk perjalanan ke luar kota kecuali dalam kondisi tertentu.
"Kecuali ke daerah yang memang memerlukan mobil, ya. Selanjutnya sih kita selalu pakai kereta," ujar Farhan pada Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, kebijakan ini juga bertujuan memberikan contoh kepada masyarakat mengenai pentingnya penghematan energi di tengah situasi global yang tidak menentu.
Selain pembatasan kendaraan dinas, Pemkot Bandung juga mendorong ASN untuk mencari terobosan dalam mobilitas sehari-hari.
Farhan mengimbau agar setiap pegawai mulai mempertimbangkan alternatif transportasi yang lebih efisien.
"Tapi saya mengimbau agar melakukan terobosan dalam mobilisasi sehari-hari. Memang tujuan utama kita nanti adalah harus bisa memperlihatkan sebuah contoh lah, ya, kepada kita semuanya tentang bagaimana kita bisa melakukan efisiensi mobilisasi pergerakan," katanya.
Baca juga: BBKSDA Jabar: Kalau Tak Jelas, Kami Akan Ambil Alih Satwa Bandung Zoo
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
Langkah-langkah ini diharapkan mampu menekan konsumsi BBM secara keseluruhan.
Farhan memastikan bahwa hingga saat ini suplai BBM di Kota Bandung masih dalam kondisi aman dan belum mengalami kenaikan harga.
Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
"Kita diskusi dengan para kepala daerah di Indonesia pada saat kita lagi acara silaturahmi, khususnya para kepala daerah di Jawa Barat. Itu masih dalam kondisi yang optimis bisa menjaga suplai BBM," ujarnya.
Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Pacet Bandung, Belasan Rumah Terdampak
Selain itu, terdapat jaminan dari pemerintah pusat bahwa harga BBM dan BBG bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat.