Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemkot Bandung Batasi Penggunaan Mobil Dinas, ASN Diminta Lebih Hemat BBM

Kompas.com, 31 Maret 2026, 20:00 WIB
Wahyu Wachid Anshory

Editor

KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bandung mulai mengurangi mobilisasi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam penggunaan kendaraan dinas, sebagai langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM).

Kebijakan ini diambil menyusul dampak konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi global.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan bahwa pembatasan mobilitas dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan harga BBM serta upaya efisiensi penggunaan energi.

Baca juga: Puting Beliung Landa Mekarsari Kabupaten Bandung, 22 Rumah Rusak

Ia menyebutkan bahwa selama ini penggunaan kendaraan dinas di lingkungan Pemkot Bandung sudah dibatasi, bahkan tidak digunakan untuk perjalanan ke luar kota kecuali dalam kondisi tertentu.

"Kecuali ke daerah yang memang memerlukan mobil, ya. Selanjutnya sih kita selalu pakai kereta," ujar Farhan pada Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, kebijakan ini juga bertujuan memberikan contoh kepada masyarakat mengenai pentingnya penghematan energi di tengah situasi global yang tidak menentu.

Bagaimana upaya efisiensi yang didorong kepada ASN?

Selain pembatasan kendaraan dinas, Pemkot Bandung juga mendorong ASN untuk mencari terobosan dalam mobilitas sehari-hari.

Farhan mengimbau agar setiap pegawai mulai mempertimbangkan alternatif transportasi yang lebih efisien.

"Tapi saya mengimbau agar melakukan terobosan dalam mobilisasi sehari-hari. Memang tujuan utama kita nanti adalah harus bisa memperlihatkan sebuah contoh lah, ya, kepada kita semuanya tentang bagaimana kita bisa melakukan efisiensi mobilisasi pergerakan," katanya.

Baca juga: BBKSDA Jabar: Kalau Tak Jelas, Kami Akan Ambil Alih Satwa Bandung Zoo

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi atau dinas
  • Menggunakan transportasi umum seperti kereta
  • Mengoptimalkan perjalanan dinas agar lebih efisien
  • Mendorong pola kerja yang meminimalkan mobilitas

Langkah-langkah ini diharapkan mampu menekan konsumsi BBM secara keseluruhan.

Apakah pasokan BBM di Bandung aman?

Farhan memastikan bahwa hingga saat ini suplai BBM di Kota Bandung masih dalam kondisi aman dan belum mengalami kenaikan harga.

Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

"Kita diskusi dengan para kepala daerah di Indonesia pada saat kita lagi acara silaturahmi, khususnya para kepala daerah di Jawa Barat. Itu masih dalam kondisi yang optimis bisa menjaga suplai BBM," ujarnya.

Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Pacet Bandung, Belasan Rumah Terdampak

Selain itu, terdapat jaminan dari pemerintah pusat bahwa harga BBM dan BBG bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

Halaman:


Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau