Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bikin Batik Cuma 2 Menit Pakai AI? Ini Masa Depan Wastra Nusantara Lewat Sentuhan Saintek

Kompas.com - 01/12/2025, 17:45 WIB
UK Maranatha berinovasi buat batik menggunakan AI. UK Maranatha berinovasi buat batik menggunakan AI.
Editor Citra Narada Putri

Parapuan.co - Walau zaman sudah bertransformasi lebih modern, namun sayangnya masih adanya anggapan bahwa batik adalah budaya tradisi yang terkesan kaku dan kuno. Padahal, batik memiliki potensi untuk berevolusi seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. 

Para peneliti batik di UK Maranatha telah berhasil menghidupkan kembali batik dan budaya tradisi dengan memanfaatkan teknologi modern untuk menciptakan produk yang inovatif, modern, autentik, sekaligus unik.

“Warisan tradisi masa lalu ketika dipertemukan dengan teknologi terkini, ternyata dapat menjadi produk inovatif yang unik dan bernilai tinggi. Tidak hanya melestarikan budaya asli Nusantara saja, tetapi juga dapat menggerakkan industri kreatif lokal,” ungkap Ketua Pelaksana Resona Saintek UK Maranatha, Iwan Santosa, S.T., M.Kom., MIPR dalam paparan diskusi Semesta Inovasi Maranatha di Rumah Batik Komar (26/11/2025).

Ia menambahkan bahwa batik merupakan warisan budaya dan jati diri Indonesia yang memiliki akar sejarah yang sangat panjang. UK Maranatha, sebagai salah satu kampus terbaik di Jawa Barat, tidak hanya fokus sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi tempat lahirnya inovasi melalui pemanfaatan saintek.

“Inovasi yang lahir dari tangan-tangan para peneliti di dalam kampus, sangat perlu dibawa keluar dari dunia kampus, agar dapat dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” ujarnya.

“Kali ini, ada tiga produk inovasi yang diperkenalkan, hasil penelitian para akademisi dan inventor lintas bidang, yakni Dr. Dra. Ariesa Pandanwangi, M.Sn. dari Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif, kemudian Dr. Ratnadewi, S.T., M.T. dan Agus Prijono, S.T., M.T. dari Fakultas Teknologi dan Rekayasa Cerdas,” sambungnya.

Kegiatan diskusi dan pameran ini merupakan bagian dari rangkaian program Pemberdayaan Sains dan Teknologi dalam Pelestarian Budaya Asli Indonesia yang diinisiasi oleh UK Maranatha dan didukung oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek RI melalui Program Kampanye Tematik Sains dan Teknologi (Resona Saintek).

Inovasi Batik: Dari Algoritma Komputer hingga Audio Visual

1. Batik Kura-Kura

Baca Juga: Tak Selalu Acara Formal, Ini Tips Mix and Match Batik untuk Daily Wear

Inovasi pertama adalah Batik Kura-Kura, sebuah proses "membatik" yang menggunakan algoritma komputer. Metode pemrograman yang dikenal sebagai turtle graphics ini dimanfaatkan untuk menciptakan pola-pola batik melalui instruksi khusus. Program ini memberikan perintah kepada kura-kura virtual untuk bergerak dan membentuk pola batik tertentu.

Metode ini telah berhasil digunakan untuk menghasilkan motif-motif batik khas dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Batang, Purwakarta, Bojonegoro, bahkan hingga Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.

2. Batik Naskah Kuno

Berikutnya adalah inovasi Batik Naskah Kuno. Dalam sesi diskusi interaktif, Iwan Santosa sempat melemparkan pertanyaan kepada peserta, khususnya komunitas pembatik di Cigadung. “Bapak ibu apakah sudah tahu dan mengenal Bujangga Manik, tokoh epik dari Tatar Sunda?”

Sebagian besar peserta mengaku belum pernah mendengarnya. Iwan kemudian menjelaskan bahwa kisah Bujangga Manik merupakan salah satu karya sastra Nusantara yang masih belum banyak dikenal. Padahal, naskah Bujangga Manik dari abad ke-15, beserta naskah-naskah kuno lainnya, menyimpan nilai budaya dan sumber inspirasi yang luar biasa.

“Naskah-naskah kuno itu aksesnya terbatas, tidak semua orang bisa melihatnya. Bila bisa melihat pun belum tentu paham. Para peneliti ini mentransformasi naskah-naskah kuno itu menjadi kain batik kontemporer yang lebih mudah diterima oleh masyarakat masa kini. Tidak saja indah, tetapi juga kaya filosofi,” paparnya.

3. Batik Bersuara

Inovasi ketiga yang unik adalah Batik Bersuara. Produk ini mengintegrasikan kain batik dengan teknologi audiovisual. Hasilnya adalah kain batik yang mampu menceritakan makna motifnya tidak hanya dari visual, tetapi juga dapat "mengeluarkan" suara.

“Kita bisa mendengarkan dongeng virtual dengan memindai bagian tertentu dari kain Batik Bersuara, lalu bisa mendengar cerita-cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia, sesuai motif batiknya,” kata Iwan memancing penasaran para peserta diskusi.

Baca Juga: Cynthia Ganesha Singgung Upaya Pemberdayaan Perempuan Berkelanjutan Lewat Membatik

Sains dan Teknologi: Jembatan Menuju Masa Depan Budaya

Maestro batik Dr. H. Komarudin Kudiya S.IP., M.Ds., Ketua Umum Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia sekaligus pendiri Rumah Batik Komar, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dihasilkan oleh para peneliti UK Maranatha. Inovasi tersebut dinilai menambah kekayaan mozaik batik Indonesia. Ia menekankan pentingnya teknologi sebagai masa depan.

“Jangan takut pada AI,” tegasnya. Karena menurut Komar, teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) tidak akan merusak batik, melainkan justru mempermudah pekerjaan para pembatik.

“Bikin motif batik pakai AI cuma perlu waktu dua menit, tapi untuk mewujudkannya menjadi kain batik tetap harus dilakukan oleh manusia dan perlu waktu, bisa sampai tujuh bulan untuk sehelai batik,” ucap Komar.

Pendapat ini selaras dengan pandangan Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App.Sc., Ph.D., Rektor Universitas Kristen Maranatha. Dalam sambutan pembukaannya, Prof. Frans menyatakan bahwa batik adalah warisan, namun saintek adalah masa depan.

“Era abad ke-21, budaya tidak dapat berdiri sendiri. Di sinilah Universitas Kristen Maranatha memainkan peran strategis sebagai jembatan pengetahuan, menghubungkan sains dan teknologi dengan akar budaya Nusantara,” kata Prof. Frans.

Seluruh inovasi ini mendapat sambutan positif dari Lurah Cigadung, Muhamad Arif Kurniawan, S.I.Kom., M.Si. Ia berharap UK Maranatha dapat terus menjalin kerja sama agar produk-produk inovasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan komunitas kreatif, khususnya di wilayah Cigadung, Bandung.

(*)

Baca Juga: Perempuan Indonesia Bawa Wastra Nusantara ke Panggung Mode Paris


Terkini Lainnya
Siap Pecahkan Personal Record? Ini Kompetisi Lari Jarak Pendek Wajib Ikut di GBK
Siap Pecahkan Personal Record? Ini Kompetisi Lari Jarak Pendek Wajib Ikut di GBK
PARAPUAN
PMB 2026 Periode September Dibuka, Simak Update Biaya dan Jadwal Kuliah di Universitas Bina Sarana Informatika
PMB 2026 Periode September Dibuka, Simak Update Biaya dan Jadwal Kuliah di Universitas Bina Sarana Informatika
PARAPUAN
Mengapa Bermain Busa Saat Mandi Penting untuk Perkembangan Kognitif Balita?
Mengapa Bermain Busa Saat Mandi Penting untuk Perkembangan Kognitif Balita?
PARAPUAN
ASUS Vivobook S14 (S3407QA), Laptop AI Tipis dengan Baterai Tahan Seharian
ASUS Vivobook S14 (S3407QA), Laptop AI Tipis dengan Baterai Tahan Seharian
PARAPUAN
ASUS Zenbook S14 OLED 2026 Bawa Performa AI dalam Desain Ultra Tipis
ASUS Zenbook S14 OLED 2026 Bawa Performa AI dalam Desain Ultra Tipis
PARAPUAN
Ini Rekomendasi Desktop All-in-One Intel untuk Kerja Lebih Efisien
Ini Rekomendasi Desktop All-in-One Intel untuk Kerja Lebih Efisien
PARAPUAN
Kapan Batas Waktu Bayar Zakat Fitrah? Ini Penjelasannya
Kapan Batas Waktu Bayar Zakat Fitrah? Ini Penjelasannya
PARAPUAN
Kid’s Cavity Defense Toothpaste, Produk Baru METOO untuk Jaga Kesehatan Gigi Anak
Kid’s Cavity Defense Toothpaste, Produk Baru METOO untuk Jaga Kesehatan Gigi Anak
PARAPUAN
Memahami Cara Kerja AI Website Builder untuk Membuat Website Sendiri
Memahami Cara Kerja AI Website Builder untuk Membuat Website Sendiri
PARAPUAN
Liburan ke Resorts World Genting Lebih Hemat, Ada Promo Stay + Theme Park Diskon 62 Persen
Liburan ke Resorts World Genting Lebih Hemat, Ada Promo Stay + Theme Park Diskon 62 Persen
PARAPUAN
Zakat untuk Korban Bencana Alam, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Zakat untuk Korban Bencana Alam, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
PARAPUAN
Bukan Sekadar Skincare, Inilah Era Baru Peremajaan Kulit dari Level Seluler
Bukan Sekadar Skincare, Inilah Era Baru Peremajaan Kulit dari Level Seluler
PARAPUAN
Cermati Fintech Group Buka Program Mudik Gratis #MAUDIKBersama Jelang Lebaran
Cermati Fintech Group Buka Program Mudik Gratis #MAUDIKBersama Jelang Lebaran
PARAPUAN
Ide Liburan Lebaran Bersama Keluarga di Ancol, dari Konser Musik hingga Wahana Edukatif
Ide Liburan Lebaran Bersama Keluarga di Ancol, dari Konser Musik hingga Wahana Edukatif
PARAPUAN
Perjalanan Saga Logistics: Dari Usaha Kecil Hingga Tumbuh Melayani Pengiriman di Berbagai Daerah
Perjalanan Saga Logistics: Dari Usaha Kecil Hingga Tumbuh Melayani Pengiriman di Berbagai Daerah
PARAPUAN
Rekomendasi 10 Anime Action Paling Seru yang Bisa di Tonton di Akhir Pekan
Rekomendasi 10 Anime Action Paling Seru yang Bisa di Tonton di Akhir Pekan
PARAPUAN
HUT ke-47 Hamzah Batik Diisi Kegiatan Sosial Bersama Panti Asuhan dan Pembagian Takjil
HUT ke-47 Hamzah Batik Diisi Kegiatan Sosial Bersama Panti Asuhan dan Pembagian Takjil
PARAPUAN
Panin Dai-ichi Life Dorong Literasi Keuangan Lewat Kolaborasi dengan HIPMI Kabupaten Bogor
Panin Dai-ichi Life Dorong Literasi Keuangan Lewat Kolaborasi dengan HIPMI Kabupaten Bogor
PARAPUAN
Guru Siapkan Program Sekolah Sehat melalui Workshop AIA Healthiest Schools 2026
Guru Siapkan Program Sekolah Sehat melalui Workshop AIA Healthiest Schools 2026
PARAPUAN
Rekomendasi 10 Kursi Gaming Ergonomis Terbaik dengan Desain Nyaman untuk Kerja dan Bermain Game di 2026
Rekomendasi 10 Kursi Gaming Ergonomis Terbaik dengan Desain Nyaman untuk Kerja dan Bermain Game di 2026
PARAPUAN
Cara Meningkatkan Efisiensi Biaya Disposal Limbah B3 Tanpa Melanggar Regulasi
Cara Meningkatkan Efisiensi Biaya Disposal Limbah B3 Tanpa Melanggar Regulasi
PARAPUAN
Bukan Sekadar Cepat, Ini Tips Memilih Layanan Internet Rumah yang Mendukung Produktivitas Keluarga
Bukan Sekadar Cepat, Ini Tips Memilih Layanan Internet Rumah yang Mendukung Produktivitas Keluarga
PARAPUAN
Tak Perlu Cari SIM Lokal Saat Traveling, BazTel Hadirkan Travel eSIM Mulai Rp 16.900
Tak Perlu Cari SIM Lokal Saat Traveling, BazTel Hadirkan Travel eSIM Mulai Rp 16.900
PARAPUAN
Lebih dari Sekadar Estetika, Intip Tren Furnitur Multifungsi untuk Kenyamanan Keluarga
Lebih dari Sekadar Estetika, Intip Tren Furnitur Multifungsi untuk Kenyamanan Keluarga
PARAPUAN
Panduan Memilah Limbah Kertas Daur Ulang, Ketahui Hal Ini Dulu
Panduan Memilah Limbah Kertas Daur Ulang, Ketahui Hal Ini Dulu
PARAPUAN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau