Kisah inspiratif Saga Logistics
Parapuan.co - Pada 2009, ketika perekonomian Indonesia masih berusaha bangkit setelah gejolak global, seorang pria bernama H Sahpri Ridwan mengambil keputusan yang tidak biasa.
Di saat banyak orang memilih menunggu keadaan lebih pasti, ia justru memulai sebuah usaha logistik.
Usaha kecil itu kemudian berkembang menjadi PT Saga Prima Mandiri, yang kini dikenal dengan nama Saga Logistics.
Saat itu, layanan pengiriman mobil dan kargo belum serapi sekarang. Banyak orang kesulitan menemukan jasa pengiriman yang aman dan jelas prosesnya. Mengirim mobil sering terasa rumit dan minim informasi.
Melihat kondisi tersebut, H Sahpri Ridwan ingin menghadirkan layanan pengiriman yang lebih dapat dipercaya.
Saga Logistics saat itu belum memiliki fasilitas yang lengkap. H Sapri Ridwan hanya ada memiliki satu armada kendaraan, serta tekad menghadirkan layanan pengiriman yang bisa dipercaya pelanggan.
Pada masa awal, hampir semua hal ia kerjakan sendiri. Telepon dari pelanggan ia jawab langsung, jadwal kapal ia cek sendiri ke pelabuhan, dan proses pengiriman ia pantau dari awal hingga selesai.
Tak jarang, ia ikut menaiki kendaraan operasional untuk memastikan mobil pelanggan sampai dengan aman.
Perjalanan Saga Logistics dimulai dari pengiriman mobil keluarga dari Jakarta ke Palembang.
Pengiriman ini menjadi portofolio pertama Saga Logistics. Dari sana, kepercayaan pelanggan mulai tumbuh dan menghadirkan pelanggan berikutnya.
Baca Juga: Sering Dianggap Sepele, Ini Kesalahan Saat Menggunakan Mobil Matik
Tantangan di tahun pertama
Namun,menjalankan usaha logistik berarti berhadapan dengan banyak hal yang tidak selalu bisa diprediksi, mulai dari cuaca, jadwal kapal, hingga kendala di perjalanan.
Pada tahun-tahun pertama, H Sahpri Ridwan sering menghadapi situasi yang menuntut keputusan cepat.
Kapal bisa penuh sehingga pengiriman harus menunggu jadwal berikutnya, atau kendaraan pengangkut mengalami kendala di perjalanan.
Pengalaman-pengalaman itu membuat Saga Logistics terbiasa mencari jalan keluar dari setiap kendala.
Kepada timnya, H Sahpri Ridwan selalu mengingatkan satu prinsip.
“Setiap mobil dan setiap barang yang dikirim bukan hanya sebuah objek. Itu harapan pelanggan. Itu tanggung jawab yang harus dijaga.”
Perluasan layanan ke seluruh Indonesia
Seiring waktu, kepercayaan pelanggan semakin bertambah.
Awalnya Saga Logistics hanya melayani pengiriman mobil antar kota di Pulau Jawa. Namun kemudian jangkauan pengiriman mulai meluas ke berbagai wilayah Indonesia.
Layanan yang tersedia antara lain.
Perluasan ini dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga keamanan dan ketepatan waktu pengiriman.
Pelanggan Saga Logistics pun semakin beragam, mulai dari perusahaan, industri otomotif, hingga keluarga yang sedang pindah rumah.
Transformasi sistem layanan
Kisah inspiratif Saga Logistics Seiring berkembangnya waktu, Saga Logistics juga memperbaiki cara kerja dan sistem pelayanannya.
Proses yang dulu dilakukan secara manual kini menjadi lebih tertata dan memanfaatkan teknologi.
Pelanggan juga lebih mudah mendapatkan informasi tentang status perjalanan barang mereka.
Komunikasi yang cepat dan informasi yang jelas membuat layanan Saga Logistics semakin dipercaya.
Seiring waktu, kepercayaan pelanggan pun terus bertambah. Hingga saat ini, Saga Logistics telah bekerja sama dengan berbagai sektor, termasuk industri farmasi yang secara rutin mengirimkan produk ke sejumlah rumah sakit di Sumatera.
Baca Juga: Keadilan bagi Perempuan Tidak Terlepas dari Hak atas Kesehatan
Pengalaman di berbagai daerah juga membuat Saga Logistics semakin memahami dinamika pengiriman di Indonesia.
Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, nilai yang ditanamkan H Sahpri Ridwan tetap dijaga, yaitu kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen dalam melayani pelanggan.
Kini, Saga Logistics telah melayani berbagai kebutuhan pengiriman di Indonesia, mulai dari mobil keluarga, kendaraan niaga, barang pindahan, hingga kargo industri.
Dari langkah kecil tersebut, Saga Logistics tumbuh menjadi perusahaan logistik nasional yang terus menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia.