Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasokan Langka, Harga Rumah Terus Naik

Kompas.com, 9 Februari 2026, 12:16 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

  • Jakarta Pusat : +36,4% jadi Rp 750 Juta 

2. Luas 61-90 meter persegi

3. Luas 91-150 meter persegi

4. Premium ≥251 meter persegi (Premium)

  • Yogyakarta: +10,0% jadi Rp 6,6 Miliar 

Pergeseran Popularitas dan Likuiditas

Meskipun harga terus mendaki di tengah suplai yang turun, minat beli masyarakat tidak surut, melainkan bergeser ke wilayah dengan prospek infrastruktur yang mapan.

Tangerang tetap menjadi primadona dengan pangsa pasar pencarian sebesar 15,4%, disusul oleh Jakarta Selatan (11,2 persen) dan Jakarta Barat (9,7 persen).

Baca juga: Rumah Subsidi Laris, Cek Harga Terbarunya di Sini

Kondisi ini diperkuat oleh kebijakan moneter Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen.

Kebijakan ini dinilai cukup akomodatif untuk menjaga gairah pasar KPR, sehingga meskipun harga rumah terus naik akibat minimnya stok, daya serap pasar terhadap unit-unit baru yang muncul tetap terjaga.

Marisa menyimpulkan bahwa tahun 2026 akan menjadi periode di mana "stok adalah raja". Bagi pencari properti, momentum saat ini menjadi krusial sebelum keterbatasan suplai mendorong harga ke level yang lebih tinggi lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau