Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Link Real Time CCTV Pantau Arus Mudik 2026

Kompas.com, 26 Maret 2026, 09:30 WIB
Mannisa Elfira Putri Aji Suharno,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hari raya Idul Fitri 2026 sudah lewat, saatnya para pemudik kembali ke kota masing-masing.

Untuk mengecek sekaligus memantau jalanan selama arus mudik, pemerintah menyediakan CCTV real time yang bisa dimaksimalkan masyarakat.

Link CCTV real time bisa diakses untuk mengetahui kepadatan jalan, titik rawan macet, serta kondisi jalan non-tol hingga tol.

Dengan mengecek tayangan CCTV, masyarakat bisa memperkirakan waktu dan jalanan mana yang sebaiknya ditempuh.

Mengutip dari Kompas.com pada 23 Maret 2026, berikut sejumlah link CCTV arus balik mudik yang disediakan oleh pemerintah untuk membantu para pemudik.

Baca juga: Cara Pantau Arus Balik Lebaran 2026 lewat 1.351 CCTV

Link CCTV arus balik mudik 2026

Lewat link ini, sebanyak 1.351 kamera CCTV bisa diakses secara bebas oleh masyarakat untuk memantau ruas jalan tol atau jalan biasa. 

Link CCTV jalan tol

Bagi masyarakat yang ingin kembali ke kota masing-masing menggunakan jalan tol bisa mengecek link CCTV yang disediakan Kementerian Pekerjaan umum.

Link CCTV jalan tol: https://mudik.pu.go.id/cctv-tol 

Pengaksesannya cukup mudah. Masyarakat hanya perlu mengklik link tersebut, kemudian mengisi nama ruas jalan tol yang ingin dipantau. Dengan begitu, kondisi lalu lintas bisa terlihat secara real time.

Link CCTV non tol https://mudik.pu.go.id/cctv-non-tol?q=Tangkapan layar Link CCTV non tol https://mudik.pu.go.id/cctv-non-tol?q=

Link CCTV non-tol

Masyarakat yang berencana kembali ke daerah masing-masing tanpa menggunakan jalan tol juga bisa memeriksa link CCTV yang disediakan Kementerian Pekerjaan umum.

Link CCTV jalan non-tol: https://mudik.pu.go.id/cctv-non-tol?q= 

Caranya juga sama, masyarakat hanya perlu mengklik link tertera. Kemudian memasukkan nama CCTV yang ingin dicek.

Link CCTV Kementerian Perhubungan (Kemenhub)

Selain itu, masyarakat juga bisa mengakses link CCTV yang disediakan Kemenhub.

Link CCTV Kemenhub: https://mudik.pu.go.id/cctv-kemenhub 

Baca juga: Daftar Link CCTV Arus Mudik Lebaran 2026, Bisa Diakses Umum

Prediksi puncak arus balik Lebaran 2026

Hingga Rabu (25/3/2026) siang, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut sekitar 2.040.000 unit kembali ke Jakarta. 

Halaman:


Terkini Lainnya
10 Kota Teraman di Asia Tenggara 2026, Jakarta Ungguli Bangkok dan Kuala Lumpur
10 Kota Teraman di Asia Tenggara 2026, Jakarta Ungguli Bangkok dan Kuala Lumpur
Tren
Sejumlah Media Malaysia Soroti WFH ASN Indonesia, Apa Kata Mereka?
Sejumlah Media Malaysia Soroti WFH ASN Indonesia, Apa Kata Mereka?
Tren
Trump Kesal Sekutu Eropa Tak Bantu AS, Minta Inggris dan Perancis Cari Minyak Sendiri
Trump Kesal Sekutu Eropa Tak Bantu AS, Minta Inggris dan Perancis Cari Minyak Sendiri
Tren
Siaga Perang, Armada Kapal Induk AS Bertambah di Timur Tengah, Ini Kecanggihan USS George HW Bush
Siaga Perang, Armada Kapal Induk AS Bertambah di Timur Tengah, Ini Kecanggihan USS George HW Bush
Tren
Trump Bentuk Dewan Sains, Dipenuhi Taipan, Hanya Ada 1 Ilmuwan
Trump Bentuk Dewan Sains, Dipenuhi Taipan, Hanya Ada 1 Ilmuwan
Tren
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
Tren
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Tren
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau