Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kondisi Jembatan Kewek Kritis, Wali Kota Yogyakarta: di Ujungnya Ada yang Patah

Kompas.com, 4 Desember 2025, 18:08 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Ferril Dennys

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menjelaskan kondisi terkini Jembatan Kewek yang disebut berada dalam keadaan kritis dan mengalami kerusakan serius di beberapa titik.

Hasto menyebut struktur jembatan hanya memiliki sisa kekuatan sekitar 20 persen.

“Yang sekarang itu Jembatan Kewek ini di ujungnya ada patah, terbuka 3 cm, turun 10 cm, sampai di bawahnya itu anjlok. Nah kekuatannya tinggal antara 20 sampai 30 persen lah. Arahan Ngarsa Dalem kita harus segera bertindak,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (4/12/2025).

Rekayasa Lalu Lintas untuk Jangka Pendek

Hasto mengatakan bahwa untuk jangka pendek, Pemkot Yogyakarta akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan membatasi jenis kendaraan yang boleh melintas di atas Jembatan Kewek.

“Paling tidak untuk mengatasi kondisi sementara, salah satunya adalah menutup sebagian. Mungkin kita bolehkan kendaraan kecil saja seperti sepeda motor atau kendaraan lain yang berat tidak bolehkan, dan akan kita lakukan secepatnya,” jelasnya.

Baca juga: Soal Perbaikan Jembatan Kewek, Sri Sultan: Saya Enggak Mau Ikut Campur

Untuk jangka panjang, Pemkot Yogyakarta menyiapkan rencana rehabilitasi total Jembatan Kewek yang kini telah berusia 101 tahun.

Rencana tersebut juga selaras dengan arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Jangka panjang kita harus merehab total. Ini umurnya sudah 101 tahun, sudah dianggap total lost. Kita bongkar secara keseluruhan, secara intens sambil rapat kita komunikasi dengan kementerian PU pusat,” kata Hasto.

Kementerian Pekerjaan Umum disebut telah menyetujui anggaran sebesar Rp 19 miliar untuk rehabilitasi total pada tahun anggaran 2026.

“Langsung diberikan persetujuan dari PU Pusat. Dalam jangka panjangnya seperti itu,” ujarnya.

Sultan Bahas Malioboro dan Kewek dalam Pertemuan 3 Jam

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu Wali Kota Yogyakarta selama sekitar tiga jam di Balai Kota, Kamis (4/12/2025), membahas dua persoalan utama: rencana perbaikan Jembatan Kewek dan penataan Malioboro.

“Materinya dua. Satu menyangkut Malioboro, yang kedua masalah Jembatan Kewek,” kata Sultan.

Sultan menyampaikan bahwa perbaikan Jembatan Kewek harus segera dilakukan agar tidak membahayakan masyarakat serta mencegah jembatan semakin turun.

“Masalah hitungan studi dulu maupun anggarannya,” ujarnya.

Sultan menegaskan bahwa pembiayaan proyek rehabilitasi akan menggunakan APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Pemerintah DIY dan Pemkot Yogyakarta bersama-sama mengajukan permohonan anggaran tersebut.

“Kami minta APBN departemen (kementerian) untuk membiayai. Tapi bagaimanapun juga sama saja mereka (Pemkot Yogyakarta) juga berproses ke APBN. Pembiayaan total Rp 19 miliar. Tapi APBN,” kata Sultan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mementingkan Pelayanan Publik, Pemkab Sleman Putuskan Tidak Terapkan WFH ASN Setiap Jumat
Mementingkan Pelayanan Publik, Pemkab Sleman Putuskan Tidak Terapkan WFH ASN Setiap Jumat
Yogyakarta
Pemda DIY Belum Terapkan WFH MInggu Ini: Kemrungsung Juga Enggak Bagus
Pemda DIY Belum Terapkan WFH MInggu Ini: Kemrungsung Juga Enggak Bagus
Yogyakarta
Canda Hasto soal Mobil Dinas Wali Kota Yogyakarta Dijatah 5 Liter Per Hari
Canda Hasto soal Mobil Dinas Wali Kota Yogyakarta Dijatah 5 Liter Per Hari
Yogyakarta
Permudah Akses Warga, 11 Jembatan Garuda Dibangun di Gunungkidul
Permudah Akses Warga, 11 Jembatan Garuda Dibangun di Gunungkidul
Yogyakarta
Kondisi Pembalap WorldSSP Aldi Satya Mahendra Pasca-Tabrak Lari di Jogja, Tetap Balapan di Portugal meski Menahan Sakit
Kondisi Pembalap WorldSSP Aldi Satya Mahendra Pasca-Tabrak Lari di Jogja, Tetap Balapan di Portugal meski Menahan Sakit
Yogyakarta
Upaya Pemkot Yogyakarta Kencangkan Ikat Pinggang setelah SE Kemendagri Keluar, BBM Dijatah hingga Lelang Kendaraan Lama
Upaya Pemkot Yogyakarta Kencangkan Ikat Pinggang setelah SE Kemendagri Keluar, BBM Dijatah hingga Lelang Kendaraan Lama
Yogyakarta
DPRD DIY Usulkan Prajurit asal Kulon Progo Gugur di Lebanon Jadi Pahlawan Nasional
DPRD DIY Usulkan Prajurit asal Kulon Progo Gugur di Lebanon Jadi Pahlawan Nasional
Yogyakarta
Sepak Terjang Sultan HB X di Usia 80 Tahun, Raja dan Gubernur DIY 3 Dekade
Sepak Terjang Sultan HB X di Usia 80 Tahun, Raja dan Gubernur DIY 3 Dekade
Yogyakarta
Pekerja Pabrik Garmen Demo di Kantor Bupati Sleman, Tolak Pesangon Rendah
Pekerja Pabrik Garmen Demo di Kantor Bupati Sleman, Tolak Pesangon Rendah
Yogyakarta
Jenazah Praka Farizal Diperkirakan Tiba di Kulon Progo 3 April 2026, Keluarga Tunggu Kepastian
Jenazah Praka Farizal Diperkirakan Tiba di Kulon Progo 3 April 2026, Keluarga Tunggu Kepastian
Yogyakarta
Jelang Paskah, Tim Jibom Brimob Polda DIY Sterilisasi 5 Gereja di Gunungkidul
Jelang Paskah, Tim Jibom Brimob Polda DIY Sterilisasi 5 Gereja di Gunungkidul
Yogyakarta
Rekayasa Lalu Lintas Kirab Budaya Sultan HB X Besok, Cek Lokasi dan Jadwalnya
Rekayasa Lalu Lintas Kirab Budaya Sultan HB X Besok, Cek Lokasi dan Jadwalnya
Yogyakarta
Profil Sri Sultan HB X: Jejak Panjang Menjaga Keistimewaan DIY
Profil Sri Sultan HB X: Jejak Panjang Menjaga Keistimewaan DIY
Yogyakarta
Ribuan Orang Bakal Sowan ke Keraton Yogyakarta saat HUT Sultan HB X, Sejumlah Ruas Ditutup
Ribuan Orang Bakal Sowan ke Keraton Yogyakarta saat HUT Sultan HB X, Sejumlah Ruas Ditutup
Yogyakarta
Kirab Budaya HUT Sri Sultan HB X Digelar 2 April, Rekayasa Lalu Lintas Dimulai Pukul 06.00
Kirab Budaya HUT Sri Sultan HB X Digelar 2 April, Rekayasa Lalu Lintas Dimulai Pukul 06.00
Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau