KULON PROGO, KOMPAS.com - Kesibukan tidak hanya dirasakan masyarakat yang bersiap merayakan Idul fitri, tetapi juga para petugas kebersihan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Salah satunya Tri Wijonarko (51), petugas kebersihan yang sehari-hari bertugas menjaga kerapian dan kebersihan ruang publik di kawasan Alun-alun Wates, ruang publik terbesar di Kulon Progo.
Ia bertanggung jawab merawat area taman di depan rumah dinas bupati hingga lingkar kompleks tersebut.
“Tetap bekerja di waktu yang sama,” kata Tri saat ditemui di sela istirahat, Kamis (19/3/2026).
Baca juga: Cerita Pemudik Tujuan Kebumen, Ongkos Mudik Raib Dicuri, Jalan Kaki 2 Minggu dari Bekasi
Saat banyak pekerja dan pelajar mulai menikmati libur Lebaran sejak Rabu (18/3/2026), Tri tetap bekerja seperti biasa.
Ia menyapu daun kering, memangkas ranting, membersihkan lantai gazebo, pot dan pohonnya, dan merapikan tanaman pagar di area tugasnya.
Semua sampah diserahkan pada petugas pengumpul yang melintas di jalan itu.
Tri merupakan warga Padukuhan Klepu, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, sekitar 15 menit berkendara dari rumahnya di perbukitan Menoreh.
Ia telah bekerja sebagai petugas kebersihan sejak 2013.
Menurut Tri, pekerjaannya justru semakin padat saat musim pancaroba, ketika daun-daun sangat banyak berguguran sehingga taman harus lebih sering dibersihkan.
“Tentu tidak bisa dibiarkan kotor. Kebanggaan kami kalau kawasan terlihat bersih,” katanya.
Memasuki Idul Fitri, beban kerja meningkat.
Kawasan alun-alun menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari malam takbiran hingga pelaksanaan shalat Id.
Baca juga: “Masa Lebaran di Jalan?” Kisah Edi Rela Naik Kapal Laut karena Tiket Pesawat Habis
Tri menyebut, jumlah petugas kebersihan di alun-alun yang biasanya sekitar delapan orang akan bertambah hingga dua kali lipat dengan bantuan petugas penyapu jalan dan sekitar alun-alun.
“Setelah takbiran, petugas harus segera bersihkan supaya pagi harinya siap dipakai shalat Id. Kami akan ikut membantu teman-teman di sana” katanya.