BOGOR, KOMPAS.com - Polisi memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way dari arah Puncak menuju Jakarta pada Senin (23/3/2026) siang.
Kebijakan ini diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang mulai mengarah turun usai lonjakan arus wisata sejak pagi tadi.
Kasat Lantas Polres Bogor Iptu Afif Widhi Ananto mengatakan, penerapan one way arah bawah dilakukan secara situasional berdasarkan hasil traffic counting di lapangan.
“Kami menerapakan one way arah turun sesuai dengan volume kendaraan yang mengarah ke bawah,” kata Afif saat ditemui di Pos Terpadu Simpang Gadog.
Baca juga: Arus Balik Mulai Padat, Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Rest Area dan Tol Semarang
Ia menjelaskan, sejak pagi arus kendaraan menuju Puncak mengalami peningkatan signifikan hingga 35 persen dibandingkan hari sebelumnya. Kondisi ini kemudian diikuti dengan potensi lonjakan arus balik dari kawasan wisata pada siang hari.
Untuk itu, petugas menyiapkan skema rekayasa lalu lintas secara bergantian, baik untuk kendaraan yang naik maupun yang turun dari Puncak.
Afif mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh pengaturan lalu lintas yang diberlakukan petugas di lapangan guna menghindari kepadatan yang lebih parah.
“Kami minta masyarakat yang akan berwisata atau kembali dari Puncak agar mematuhi rekayasa lalu lintas yang sudah diterapkan,” ujarnya.
Baca juga: Jalur Wisata Ciater Dipadati Kendaraan H+1 Lebaran, Lalu Lintas Tersendat Hingga Malam
Selain itu, pengendara juga diminta memantau informasi terkini melalui kanal resmi kepolisian terkait jadwal dan perubahan rekayasa lalu lintas di jalur Puncak.
Perlu diketahui, saat rekayasa one way arah Jakarta diberlakukan, maka arus kendaraan yang menuju Puncak ditutup sementara di sejumlah titik. Penutupan dilakukan di Simpang Gadog, Jalan Raya Ciawi, hingga kawasan sekitar Gerbang Tol (GT) Ciawi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, petugas memasang pembatas jalan dan rambu bertuliskan “Puncak Satu Arah” untuk menghalau kendaraan yang hendak naik ke Puncak.
Kendaraan dari arah Jakarta pun diminta menunggu hingga rekayasa lalu lintas kembali dibuka normal dua arah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang