Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Evaluasi Jalur Puncak Libur Lebaran: 19 Kali 'One Way' Diterapkan, Volume Kendaraan Tembus 94.000

Kompas.com, 30 Maret 2026, 22:14 WIB
Putra Ramadhani Astyawan,
Novita Rahmawati

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - Jalur wisata Puncak, Kabupaten Bogor masih menjadi fokus utama selama digelarnya Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Tercatat, belasan kali polisi menerapkan sistem one way selama momen libur hari raya Idul Fitri 1447 H.

Hal itu dikatakan Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto dalam rapat analisa dan evaluasi Operasi Ketupat Lodaya 2026 dan Gangguan Kamtibmas Triwulan I 2026 Polres Bogor, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Selama Masa Mudik dan Cuti Bersama Libur Lebaran 2026, Pergerakan Kendaraan di Jalur Puncak Bogor Capai 826.858 Unit

"Sat Lantas Polres Bogor menerapkan sistem one way sebanyak 9 kali ke arah Cianjur (atas) dan 10 kali ke arah Jakarta (bawah) untuk mengurai kepadatan," kata Wikha, dalam keterangannya.

Dalam kesempatan itu, tercatat jumlah kendaraan tertinggi yang melintas di Jalur Puncak mencapai 94.449 kendaraan. Rinciannya, sebanyak 45.425 kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak dan 49.024 kendaraan dari arah sebaliknya.

"Puncak arus volume kendaraan tertinggi itu terjadi pada Senin 23 Maret 2026," ujarnya. 

Baca juga: Arus Balik dan Libur Lebaran 2026, Ratusan Ribu Kendaraan Melintas di Jalur Puncak Bogor

Lalu, untuk pengunjung beberapa lokasi wisata di kawasan Puncak mencapai 217.401 orang dengan puncak kunjungan terjadi pada 22-25 Maret 2026.

Angka Kejahatan Menurun Hingga Jam Paling Rawan

Wikha mengatakan, dalam evaluasi Operasi Ketupat Lodaya perbandingan antara tahun 2025 dengan tahun 2026 menunjukkan peningkatan efektivitas pengamanan yang signifikan.

Untuk kasus tindak pidana, mengalami penurunan kurang lebih 13 persen dari 90 kasus pada tahun 2025 menjadi 78 kasus pada tahun 2026.

Baca juga: Puncak Arus Balik di Jalur Puncak Bogor, 41.800 Kendaraan Turun ke Jakarta

"Kejahatan konvensional secara spesifik turun dari 87 kasus menjadi 71 kasus. Penurunan mencolok terjadi pada kasus pencurian dengan pemberatan yang turun dari 16 kasus menjadi 9 kasus," kata Wikha.

Sedangkan, kejahatan C3 atau gabungan dari kasus pencurian pemberatan, pencurian kekerasan dan pencurian bermotor menunjukkan tren positif dengan penurunan angka kejadian yang cukup drastis.

"Keberhasilan preventif penurunan angka kriminalitas berkat patroli malam intensif dan pemasangan CCTV di area publik/rumah ibadah," ujarnya.

Baca juga: 94.000 Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor dalam Semalam, Polisi: Puncak Arus Wisata Gelombang I

Wikha menambahkan, dalam rapat ini diketahui ada waktu atau jam rawan selama libur Idul Fitri 1447 H. Kejahatan paling sering terjadi pada malam hari pukul 21.00 WIB-23.59 WIB sebanyak 26 kasus.

Lokasi yang paling sering menjadi target sasaran yaitu perumahan atau pemukiman penduduk dengan dengan frekuensi kejadian tertinggi 59 kasus dan diikuti oleh jalan umum 47 kasus.

"Polsek Cibinong mencatat jumlah kejahatan tertinggi selama TW I 2026 dengan total 199 kasus, disusul Polsek Sukaraja dengan 102 kasus," ucapnya. 

Baca juga: Ini 3 Titik Rawan Macet di Jalur Puncak Bogor Saat One Way Diberlakukan

Halaman:


Terkini Lainnya
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Bandung
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Bandung
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
Bandung
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Bandung
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
Bandung
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Bandung
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Bandung
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Bandung
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Bandung
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau