MEDAN, KOMPAS.com - Lima bulan setelah Tapanuli Tengah dilanda banjir dan longsor pada November 2025, pembangunan hunian sementara (huntara) ternyata masih belum kelar.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan sudah berkali-kali menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tapteng agar mempercepat proses penyelesaian data.
"Sudah berkali-kali saya sampaikan, untuk Tapteng ya, bahkan asisten kami letakkan di sana membantu, contoh soal administrasi," kata Bobby kepada wartawan seusai rapat paripurna di Gedung DPRD Sumut, Senin (30/3/2026).
Bobby menjelaskan, data tersebut penting sebagai salah satu yang utama untuk proses verifikasi korban banjir dan longsor, termasuk bagi rumahnya sudah rusak parah.
Baca juga: Prabowo Kaji Pengurangan Hari Kerja dan WFH demi Hemat BBM, Bobby: Sudah Ada Juknisnya
"Semua data itu perlu terkonfirmasi, apalagi yang terkena bencana, tetapi banyak mungkin KTP (Kartu Tanda Penduduk), KK (Kartu Keluarga) yang hilang," ujar Bobby.
Jika data itu sudah selesai, akan dikeluarkan Surat Keputusan oleh Kepala Daerah di tingkat kabupaten.
"Nah, ini kadang untuk membuat SK, kepala daerah ini lambat mengeluarkan. Tinggal Tapteng datanya masih agak sedikit terlambat," ujar Bobby.
Namun begitu, Bobby memastikan sudah terus-menerus menyampaikan bahwa bantuan bukan tidak ada, pemerintah pusat selalu menyampaikan bantuan itu tersedia.
Hanya saja, begitu akan dikucurkan, data harus terlebih dahulu ada dan dilampirkan pada SK Kepala Daerah.
Baca juga: Lepas 6.500 Pemudik Gratis di Stasiun KAI Medan, Bobby Nasution: Kurangi Kendaraan Pribadi
Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengatakan bahwa saat ini sudah ada 228 Kepala Keluarga (KK) warga korban bencana telah menempati hunian sementara.
Dia menyebutkan, kolaborasi bersama seluruh elemen pemerintah (pusat, provinsi dan daerah) serta kementerian dan lembaga, TNI, Polri, BNPB, BUMN, maupun swasta.
Negara menyediakan hunian sementara dan hunian tetap untuk korban bencana Tapanuli Tengah.
"Saat ini, 228 KK warga korban bencana sudah menempati hunian sementara di Rusunawa Pandan, Asrama Haji Pinangsori, Tukka, Muara Sibuntuon," tulis Masinton di akun Instagram pribadinya yang diunggah pada Jumat (6/2/2026).
Dia mengatakan, pembangunan huntara dan huntap sedang dalam proses pengerjaan di berbagai lokasi sehingga warga yang masih di tenda darurat dapat menempati hunian kembali.
Diketahui sebelumnya, total huntara yang dibutuhkan di Tapteng sebanyak 1.192 unit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang