BANDUNG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan persoalan yang membelit Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo hampir rampung. Ia menyebutkan bahwa sekitar 90 persen masalah, terutama terkait kesejahteraan pekerja dan pengelolaan harian, telah terselesaikan.
"Ini kita lagi di Kebun Binatang Kota Bandung. Masalahnya sudah 90 persen selesai. Tinggal soal pengelolaan dan kepemilikan," ujar Dedi dalam keterangan video yang diterima Kompas.com, Selasa (31/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan usai Dedi melakukan pertemuan dengan manajemen Bandung Zoo dan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung guna membahas langkah konkret penyelamatan aset wisata edukasi tersebut.
Baca juga: Dedi Mulyadi: 90 Persen Masalah Bandung Zoo Aman, Gaji Ditanggung Pemkot
Salah satu langkah nyata yang diambil adalah pengalihan tanggung jawab gaji pegawai. Mulai saat ini, para pekerja kebun binatang telah terdaftar sebagai tenaga kerja di bawah naungan Pemkot Bandung.
"Gaji mereka sudah ditanggung Pemkot Bandung, di bawah wali kota. Mulai gajian tanggal 25 April," jelas Dedi.
Terkait tunggakan gaji yang sempat terjadi sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk menyelesaikannya secara bertahap. Dedi memastikan proses pencairan cicilan gaji tersebut akan dimulai pada akhir pekan ini.
"Untuk gaji yang belum terbayarkan, nanti hari Jumat mulai dicicil oleh Pemprov Jabar," tambahnya.
Baca juga: Bertemu BBKSDA, DPRD Jabar Sebut Nasib Bandung Zoo Ditentukan April
Selain urusan kesejahteraan pegawai, Dedi juga meninjau langsung kondisi satwa di Bandung Zoo. Ia memastikan ketersediaan pakan dan nutrisi hewan tetap terjaga dengan adanya dukungan dari sektor perbankan.
"Hewannya makanannya cukup? Cukup! Nutrisinya nanti juga dapat dukungan dari Bank Jabar Peduli," ungkap Dedi.
Ia menambahkan, tenaga medis dan paramedis yang tidak menerima penghasilan selama dua bulan terakhir juga akan mendapatkan tambahan tunjangan dari Pemprov Jabar.
Dedi menegaskan pentingnya peran Bandung Zoo sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Ia berharap tempat tersebut bisa segera dibuka kembali untuk umum setelah proses penentuan pengelola baru selesai.
Saat ini, pemerintah tengah membuka mekanisme kompetisi atau tender bagi pihak swasta yang berminat mengelola Bandung Zoo, dengan syarat memiliki sertifikasi resmi.
"Pengelolanya sedang dalam proses kompetisi. Siapa yang berminat silakan, tapi harus punya sertifikasi. Mengelola kebun binatang itu tidak mudah," pungkas Dedi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang