Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemohon SKCK di Polres Subang Membeludak Pasca-Lebaran, Polisi Pasang Tenda Tambahan

Kompas.com, 31 Maret 2026, 13:59 WIB
Ahya Nurdin ,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

SUBANG, KOMPAS.com – Jumlah pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Subang, Jawa Barat, mengalami lonjakan signifikan pasca-libur Lebaran 1447 H. Jika pada hari biasa pemohon berkisar di angka 200 orang, kini jumlahnya meningkat hingga tiga kali lipat per hari.

Lonjakan ini didominasi oleh para pencari kerja dan masyarakat yang mengurus keperluan administrasi lainnya. Pantauan di lokasi pada Selasa (31/3/2026) pagi menunjukkan antrean warga dari berbagai kecamatan mulai memadati halaman Kantor Sat Intelkam Polres Subang.

Guna mengantisipasi penumpukan, pihak kepolisian menambah jam pelayanan, mengerahkan petugas tambahan, hingga memasang tenda di area luar agar pemohon tidak kepanasan saat menunggu proses pencetakan.

Baca juga: Ramai Warganet Keluhkan Gagal Buat SKCK karena BPJS Tidak Aktif, Ini Jawaban Polri

Meningkat 3 Kali Lipat Sejak 25 Maret

Kaur Yanmin Sat Intelkam Polres Subang, Ipda Irman Satria, melalui Bripka Iis Risnawati, membenarkan adanya kenaikan permohonan yang tajam sejak layanan kembali dibuka usai cuti bersama.

“Sejak pelayanan dibuka kembali pada 25 Maret 2026, jumlah pemohon sudah mulai meningkat per harinya mencapai 500 orang lebih atau ada peningkatan sekitar 2-3 kali lipat dibandingkan hari biasa,” ungkap Iis, Selasa.

Menurutnya, fenomena ini merupakan hal yang lazim terjadi setiap tahun setelah Lebaran. Momentum ini kerap dimanfaatkan masyarakat untuk mencari peluang kerja baru, sehingga kebutuhan terhadap dokumen SKCK meningkat drastis.

Optimalisasi Aplikasi SuperApp Presisi

Kendati terjadi lonjakan, Polres Subang memastikan pelayanan tetap terkendali berkat penerapan sistem digital melalui aplikasi SuperApp Presisi. Masyarakat diimbau melakukan pendaftaran secara daring guna memangkas waktu antrean di lokasi.

“Sekarang masyarakat bisa mengajukan permohonan secara online lewat SuperApp Presisi. Jadi saat datang ke Polres, tidak perlu menunggu lama karena prosesnya sudah dilakukan sebelumnya, tinggal pengambilan saja,” jelasnya.

Dengan sistem ini, pemohon hanya perlu datang ke Polres untuk melakukan verifikasi akhir dan mengambil dokumen yang telah selesai diproses. Digitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan masyarakat.

Dominasi Pencari Kerja Pabrik Mobil

Salah seorang pemohon, Rama, mengaku mengurus SKCK sebagai syarat melamar pekerjaan di pabrik mobil BYD yang saat ini tengah membuka lowongan kerja besar-besaran di wilayah Subang.

"Ramai sekali yang buat SKCK di Polres Subang, mereka umumnya membuat SKCK untuk melamar kerja, termasuk saya sendiri," ucap Rama.

Ia menambahkan bahwa proses pembuatan kini jauh lebih praktis karena sistem pembayaran pun sudah bisa dilakukan melalui transfer bank. "Datang ke Polres kita hanya mencetak saja, daftar secara online, bayar bisa sistem transfer ke bank langsung," katanya.

Pihak kepolisian mengingatkan warga untuk memastikan kelengkapan persyaratan seperti fotokopi KTP, KK, Akta Kelahiran, dan pas foto sebelum datang ke lokasi untuk mempercepat proses pencetakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Bandung
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Bandung
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
Bandung
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Bandung
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
Bandung
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Bandung
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Bandung
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Bandung
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Bandung
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau