Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral Dugaan Pungli di Bukit Paniisan Sentul, Pemkab Bogor Tegaskan Rp 15.000 Tarif Resmi

Kompas.com, 31 Maret 2026, 13:33 WIB
Afdhalul Ikhsan,
Eris Eka Jaya

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Bogor menjelaskan mekanisme biaya masuk Rp 15.000 per orang di jalur trekking Bukit Paniisan, Sentul, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, menyusul viralnya dugaan pungutan liar (pungli) di lokasi tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, mengatakan, biaya tersebut bukan pungutan liar, melainkan tarif resmi yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menunjang keselamatan wisatawan.

Menurut dia, biaya Rp 15.000 itu sudah mencakup asuransi dan fasilitas keselamatan bagi pengunjung yang melintasi jalur resmi.

Baca juga: Viral Video Pungli di Bukit Paniisan Sentul, Kades: Itu Biaya Resmi Dikelola BUMDes

"Tarif tersebut merupakan bagian dari pengelolaan jalur wisata oleh BUMDes, termasuk untuk asuransi dan fasilitas keselamatan sebagai upaya menghindari risiko kecelakaan di jalur tidak resmi," ujar Ria saat dihubungi Kompas.com, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan jalur resmi diperlukan karena masih ada pengunjung yang mencoba melintas di jalur ilegal yang berisiko lebih tinggi.

Karena itu, petugas di lapangan mengarahkan wisatawan agar menggunakan jalur resmi yang telah disiapkan, sekaligus agar ter-cover dalam sistem pengamanan dan perlindungan.

Bukan seperti narasi pungli di media sosial.

"Kami membantah pungli di jalur trekking yang videonya sempat viral. Menindaklanjuti itu, tim melakukan peninjauan langsung ke lokasi serta berkoordinasi dengan Kades Karang Tengah guna membahas informasi dugaan pungli di Jalan Alternatif Bukit Paniisan," ungkapnya.

"Warga yang terlihat dalam video bukan melakukan pungli, tetapi hanya mengarahkan wisatawan ke jalur resmi yang dikelola BUMDes dengan tarif Rp 15 ribu per orang, ini sebagai upaya menghindari risiko kecelakaan di jalur tidak resmi," imbuhnya.

Baca juga: Trail Run di Sentul Bogor Makan Korban, Pelari Tewas Diduga Kelelahan

Penjelasan Kades

Sementara itu, Kepala Desa Karang Tengah, Suhandi, membenarkan adanya biaya masuk tersebut dan menegaskan bahwa pengelolaannya dilakukan secara terbuka oleh BUMDes bersama masyarakat setempat.

"Memang ada biaya Rp 15.000 per orang. Itu sudah termasuk asuransi, pertolongan pertama, dan fasilitas seperti tandu jika terjadi kecelakaan," ucap Suhandi.

Dari total biaya tersebut, kata dia, BUMDes hanya mengambil sekitar Rp 5.000 untuk kebutuhan tiket dan asuransi, sedangkan sisanya digunakan untuk operasional dan pengelolaan oleh warga.

Menurut Suhandi, biaya tersebut penting mengingat jalur trekking berada di kawasan hutan dengan medan yang cukup ekstrem sehingga diperlukan sistem penanganan jika terjadi insiden di lapangan.

Dengan adanya skema tersebut, pemerintah desa berharap wisatawan dapat memahami bahwa biaya yang dikenakan bukan pungli, melainkan bagian dari pengelolaan resmi demi keamanan dan kenyamanan bersama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Bandung
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Bandung
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
Bandung
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Bandung
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
Bandung
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Bandung
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Bandung
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Bandung
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Bandung
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau