INDRAMAYU, KOMPAS.com - Kekhawatiran akan ambruknya plafon bangunan cagar budaya Gedong Duwur di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi kenyataan.
Plafon bangunan bersejarah yang telah berdiri sejak zaman kolonial itu kini ambruk setelah sempat dilaporkan mengalami kerusakan pada awal Maret 2026 kemarin.
Petaka ambruknya plafon ini terjadi pada Jumat (27/3/2026) kemarin.
Hujan deras yang disertai angin kencang memicu robohnya setengah bagian plafon bangunan yang berlokasi di dalam areal asrama TNI, Jalan Mayor Dasuki, Desa Penganjang, Kecamatan Sindang tersebut.
Baca juga: Atap Depan Bangunan Cagar Budaya Gedong Duwur Indramayu Berusia 160 Tahun Ambruk
Pamong Budaya Bidang Kebudayaan Disdikbud Indramayu, Suparto Agustinus, mengatakan, langkah-langkah darurat penyelamatan sebenarnya sudah direncanakan oleh pihaknya.
Seperti mengadakan kayu atau bambu untuk menopang plafon yang keropos, tetapi sebelum rencana itu terealisasi, plafon bangunan lebih dahulu ambruk.
"Rencana kami sebenarnya mau ada tindakan, minimalnya dengan menopang plafon menggunakan kayu atau bambu, tetapi sebelum kami melakukan tindakan itu, di hari Jumat terjadi hujan besar disertai angin, hari Sabtunya kami dapat laporan ambruk," ujar Suparto Agustinus yang akrab disapa Tinus tersebut saat ditemui di lokasi tengah meninjau kondisi bangunan cagar budaya yang ambruk, Selasa (31/3/2026).
Tinus mengatakan, Gedong Duwur ini tercatat sebagai bangunan cagar budaya yang ditetapkan melalui Keputusan Bupati Indramayu Nomor: 100.3.3.2/Kep.90/Disdikbud/2025.
Gedong Duwur diketahui bukanlah bangunan sembarangan.
Gedung ini dibangun pada tahun 1866, beriringan dengan pembentukan Distrik Indramayu di bawah Karesidenan Cirebon.
Pada masa awal pendiriannya, bangunan yang berlokasi di dalam areal asrama TNI ini difungsikan sebagai kantor sekaligus tempat tinggal Asisten Residen atau pusat pemerintahan kolonial Belanda pada masa penjajahan dahulu.
Pada tahun 2026 ini, Gedong Duwur diketahui genap berusia 160 tahun.
Baca juga: Jadi Lokasi Film Horor, Cagar Budaya Gedong Duwur Indramayu Dipenuhi Vandalisme
"Di sini adalah kantor sekaligus tempat tinggal bagi Asisten Residen, kemudian naik menjadi Residen. Setelah agresi militer Belanda pertama itu pernah dipakai palang merah Hindia Belanda, kemudian setelah kemerdekaan tanah-tanah yang menjadi kekuasaan kolonial penjajah itu ditarik oleh militer sampai sekarang," ucap Tinus.
Kondisi bangunan cagar budaya Gedong Duwur yang ambruk pada bagian plafon depannya, bangunan ini berlokasi di dalam areal asrama TNI, Jalan Mayor Dasuki, Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Selasa (31/3/2026)Tinus tidak menampik kondisi bangunan yang lapuk dimakan usia menjadi pemicu utama ambruknya plafon tersebut.
Saat ini, lokasi plafon yang ambruk sudah dipasangi garis polisi untuk mencegah adanya aktivitas di lokasi kejadian.