Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anggaran Cagar Budaya Indramayu Nol Rupiah, Plafon Gedong Duwur Berusia 160 Tahun Ambruk

Kompas.com, 31 Maret 2026, 16:47 WIB
Handhika Rahman,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

INDRAMAYU, KOMPAS.com – Alokasi anggaran untuk pelestarian cagar budaya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu tahun 2026 tercatat nol rupiah. Kondisi ini terjadi di tengah ambruknya plafon bangunan bersejarah Gedong Duwur akibat cuaca ekstrem.

Peniadaan anggaran ini merupakan imbas dari kebijakan efisiensi yang tengah dilakukan pemerintah daerah. Padahal, pada tahun 2025 lalu, sektor kebudayaan masih mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 500 juta per tahun.

Pamong Budaya Bidang Kebudayaan Disdikbud Indramayu, Suparto Agustinus, mengonfirmasi kondisi anggaran tersebut saat meninjau kerusakan di Gedong Duwur, Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, Selasa (31/3/2026).

“Terkait anggaran memang untuk cagar budaya di tahun 2026 ini kita 0 rupiah, makanya kami dalam hal ini berharap ada keajaiban dan mudah-mudahan perihal kondisi ini menjadi perhatian bersama,” ujar pria yang akrab disapa Tinus tersebut.

Baca juga: Atap Depan Bangunan Cagar Budaya Gedong Duwur Indramayu Berusia 160 Tahun Ambruk

Kondisi Gedong Duwur Pasca-Hujan Deras

Kondisi bangunan cagar budaya Gedong Duwur yang ambruk pada bagian plafon depannya, bangunan ini berlokasi di dalam areal asrama TNI, Jalan Mayor Dasuki, Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Selasa (31/3/2026)KOMPAS.com/HANDHIKA RAHMAN Kondisi bangunan cagar budaya Gedong Duwur yang ambruk pada bagian plafon depannya, bangunan ini berlokasi di dalam areal asrama TNI, Jalan Mayor Dasuki, Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Selasa (31/3/2026)

Bangunan yang berada di dalam area asrama TNI Kodim 0616/Indramayu ini mengalami kerusakan parah pada Jumat (27/3/2026) lalu. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan setengah bagian plafon gedung ambruk dan material bangunan berserakan di lantai.

Saat ini, area terdampak telah dipasangi garis polisi untuk keamanan. Secara aturan, Gedong Duwur merupakan kewenangan Pemkab Indramayu berdasarkan Keputusan Bupati Indramayu nomor: 100.3.3.2/Kep.90/Disdikbud/2025 tentang penetapan cagar budaya tingkat kabupaten.

“Kalau menurut Undang-undang Cagar Budaya, apabila bangunan itu sudah ditetapkan cagar budaya tingkat kabupaten maka Pemkab berkewajiban untuk melindungi dan menjaga bangunan,” jelas Tinus.

Baca juga: Plafon Cagar Budaya Gedong Duwur Indramayu Ambruk Diterjang Hujan dan Angin Kencang

Persoalan Kepemilikan Lahan

Meski status bangunannya adalah cagar budaya kabupaten, lahan tempat berdirinya Gedong Duwur merupakan milik Kementerian Pertahanan. Hal ini membuat proses penyelamatan bangunan memerlukan koordinasi lintas sektoral yang intensif.

“Nah ini makanya kemarin saya juga berkoordinasi dengan bidang logistik di Kodim 0616/Indramayu dan juga barusan saya berkoordinasi dengan Detasemen Zibang (Zeni Bangunan) Kodim untuk menanyakan status dari pada kepemilikan bangunan ini,” tambahnya.

Saksi Bisu Sejarah 160 Tahun Indramayu

Gedong Duwur bukanlah bangunan sembarangan. Gedung ini dibangun pada tahun 1866, beriringan dengan pembentukan Distrik Indramayu di bawah Karesidenan Cirebon. Pada tahun 2026 ini, bangunan tersebut genap berusia 160 tahun.

Dahulu, gedung ini difungsikan sebagai kantor sekaligus tempat tinggal Asisten Residen atau pusat pemerintahan kolonial Belanda.

“Di sini adalah kantor sekaligus tempat tinggal bagi Asisten Residen, kemudian naik menjadi Residen. Setelah agresi militer Belanda pertama itu pernah dipakai palang merah Hindia Belanda, kemudian setelah kemerdekaan tanah-tanah yang menjadi kekuasaan kolonial penjajah itu ditarik oleh militer sampai sekarang,” terang Tinus.

Disdikbud Indramayu saat ini tengah melakukan pendataan mendetail terkait tingkat kerusakan. Tinus berharap ada solusi cepat antara Pemkab dan pihak TNI demi menyelamatkan aset bersejarah yang sangat berharga bagi identitas Kabupaten Indramayu tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Bandung
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Bandung
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
Bandung
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Bandung
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
Bandung
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Bandung
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Bandung
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Bandung
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Bandung
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau