Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peserta Trail Run Tewas, Polisi Sebut “Lebarun Sentul Ultra” Tanpa Izin dan Minim Prosedur Keselamatan

Kompas.com, 1 April 2026, 11:05 WIB
Afdhalul Ikhsan,
Ihsanuddin

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com- Kematian peserta dalam ajang lari lintas alam “Lebarun Sentul Ultra” di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, memicu sorotan dari kepolisian.

Polisi mengungkap, kegiatan tersebut digelar tanpa izin serta tidak memenuhi standar prosedur keselamatan.

Kapolsek Babakan Madang AKP Trias Karso Yuliantoro menyatakan, pihak penyelenggara tidak pernah melaporkan atau mengajukan izin sebelum acara berlangsung.

“Yang disayangkan, kegiatan ini tidak ada tembusan atau laporan ke kami. Padahal event seperti ini harus dilengkapi prosedur, terutama dari sisi kesehatan dan pengamanan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Trail Run di Sentul Bogor Makan Korban, Pelari Tewas Diduga Kelelahan

Tanpa Izin dan Minim SOP

Menurut Trias, ajang olahraga ekstrem seperti trail run seharusnya dilengkapi standar operasional prosedur (SOP), termasuk kesiapan tenaga medis dan fasilitas darurat.

Ia menilai panitia tidak menyiapkan sistem pengamanan yang memadai di lintasan.

“Minimal di tiap titik lintasan itu ada petugas yang memonitor kondisi peserta,” katanya.

Selain itu, penyelenggara juga dinilai tidak melakukan koordinasi dengan pihak terkait, mulai dari pemerintah setempat hingga aparat keamanan dan tenaga kesehatan.

Tanggung Jawab Panitia Dipertanyakan

Polisi turut menyoroti adanya klausul dalam tiket peserta sekitar Rp 75.000 yang menyatakan seluruh risiko ditanggung peserta.

Padahal, menurut Trias, semestinya biaya tersebut mencakup perlindungan seperti asuransi atau jaminan keselamatan.

Saat insiden terjadi, polisi melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi korban.

Baca juga: Kronologi Peserta Lari Lebarun 2026 Meninggal di Sentul, Korban Diduga Kelelahan

Namun, proses hukum belum berlanjut karena kasus ini merupakan delik aduan dan pihak keluarga tidak mengajukan laporan serta menolak autopsi.

Korban Meninggal Saat Lomba

Korban diketahui bernama Rosi Adiputra Firdaus (34), warga Bekasi. Ia meninggal dunia setelah mengalami kelelahan dan dehidrasi ekstrem saat mengikuti lomba.

Korban sempat terjatuh saat menempuh etape sejauh 28,7 kilometer di lintasan Kampung Gunung Ciung, Desa Bojong Koneng, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras terhadap penyelenggaraan event olahraga ekstrem agar lebih mengedepankan aspek keselamatan dan perizinan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Dedi Mulyadi Sorot Pentingnya Pahami Karakter Sosial Masyarakat Sunda di Pelantikan PUI Jabar
Dedi Mulyadi Sorot Pentingnya Pahami Karakter Sosial Masyarakat Sunda di Pelantikan PUI Jabar
Bandung
Mengenal Kapten Zulmi yang Gugur di Lebanon, Kebanggaan Keluarga dan Tetangga di Cimahi
Mengenal Kapten Zulmi yang Gugur di Lebanon, Kebanggaan Keluarga dan Tetangga di Cimahi
Bandung
Bupati Ciamis Kaji Opsi ASN ke Kantor Pakai Angkot atau Sepeda
Bupati Ciamis Kaji Opsi ASN ke Kantor Pakai Angkot atau Sepeda
Bandung
Wakil Wali Kota Absen HUT Blitar, Ibin: Sudah Lama Beliau Tidak Japri
Wakil Wali Kota Absen HUT Blitar, Ibin: Sudah Lama Beliau Tidak Japri
Bandung
Dedi Mulyadi Buka Akses Rutilahu, Begini Syarat dan Cara Mengajukan Bantuan Rumah Tak Layak Huni
Dedi Mulyadi Buka Akses Rutilahu, Begini Syarat dan Cara Mengajukan Bantuan Rumah Tak Layak Huni
Bandung
ASN Bandung yang Masih Ngantor Saat WFH Jumat Wajib Naik Transportasi Umum
ASN Bandung yang Masih Ngantor Saat WFH Jumat Wajib Naik Transportasi Umum
Bandung
Farhan Sebut Pimpinan di Pemkot Bandung Tidak Ikut WFH Setiap Jumat
Farhan Sebut Pimpinan di Pemkot Bandung Tidak Ikut WFH Setiap Jumat
Bandung
Peserta Trail Run Tewas, Polisi Sebut “Lebarun Sentul Ultra” Tanpa Izin dan Minim Prosedur Keselamatan
Peserta Trail Run Tewas, Polisi Sebut “Lebarun Sentul Ultra” Tanpa Izin dan Minim Prosedur Keselamatan
Bandung
Profil Kapten Inf Zulmi Aditya, Prajurit Kopassus Asal Cimahi yang Gugur di Lebanon
Profil Kapten Inf Zulmi Aditya, Prajurit Kopassus Asal Cimahi yang Gugur di Lebanon
Bandung
Isu BBM Naik Reda, Antrean dan Kekhawatiran Warga Masih Terasa di SPBU Bandung
Isu BBM Naik Reda, Antrean dan Kekhawatiran Warga Masih Terasa di SPBU Bandung
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau