Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AC Milan Diamuk Suporter Sendiri, Bikin Sedih Alessandro Nesta

Kompas.com, 26 Mei 2025, 08:20 WIB
Tim Kompas.com,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

Sumber BolaSport

KOMPAS.com - Kondisi terkini AC Milan yang menghadapi kemarahan dari suporter membuat salah satu mantan pemain merasa sangat prihatin.

Tim ini menutup musim kompetisi 2024-2025 dengan hasil yang mengecewakan.

Il Diavolo Rosso berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Monza dalam pertandingan terakhir Serie A, yang berlangsung pada Sabtu (24/5/2025) di San Siro.

Namun, kemenangan tersebut terasa hampa karena tim tidak berhasil lolos ke kompetisi antarklub Eropa untuk musim depan.

Suporter Milan menunjukkan rasa frustrasi mereka dengan melakukan protes. Penggemar Rossoneri, terutama di Tribune Selatan (Curva Sud) San Siro, secara massal meninggalkan stadion pada 15 menit pertama laga melawan Monza.

Baca juga: AC Milan Diserang Protes Suporter, Maldini Dipuja, Kesedihan Nesta

Mereka juga membentangkan berbagai spanduk kecaman buat para petinggi klub yang dianggap tidak mampu mengelola tim dengan baik.

Selain itu, sebelum pertandingan melawan Monza, markas klub, Casa Milan, juga didatangi ribuan pendukung yang menunjukkan ketidakpuasan mereka.

Pemandangan AC Milan yang menerima protes dari suporter sangat menyedihkan bagi Alessandro Nesta, pelatih Monza yang pernah bermain untuk Milan dari tahun 2002 hingga 2012.

Nesta mengungkapkan kesedihannya karena selama sepuluh tahun memperkuat I Rossoneri, dia tidak pernah merasakan perlakuan serupa dari suporter.

Baca juga: AC Milan Ditinggal Fan Sendiri, Ibra Diminta Pergi, Nyanyian buat Maldini

Dia menegaskan bahwa meskipun Milan mengalami beberapa musim yang kurang baik, suporter tidak pernah melakukan protes kepada mereka.

"Melihat San Siro seperti ini membuat saya sedih," ungkap Nesta kepada DAZN, dikutip dari SempreMilan.

"Publik San Siro paham sepak bola, jadi jika mereka menyoraki Anda, itu karena Anda tidak melakukannya dengan baik."

"Milan, seperti Real Madrid, memiliki sejarah yang terlalu penting untuk melihat malam seperti ini."

"Semua pihak harus bersatu dan bekerja bersama-sama. Memprihatinkan melihat tim menjadi seperti ini."

Nesta juga mengenang masa kejayaan Milan di bawah kepemimpinan Silvio Berlusconi, mantan presiden klub yang sangat sukses.

"Memiliki Berlusconi sebagai presiden klub menjamin banyak hal untuk Anda," tambah Nesta.

"Ketika menang, Anda merasa kuat dan Berlusconi memberikan Anda orang-orang yang lebih kuat lagi."

"Visinya luar biasa, dia memanjakan kami semua. Dia adalah presiden klub istimewa yang memanjakan tim dengan segala yang kami butuhkan."

"Sosok seperti ini sulit dicari lagi di sepak bola saat ini," pungkas Nesta, yang telah mempersembahkan berbagai trofi untuk Milan, termasuk 2 scudetto dan 2 Liga Champions.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau