Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Greg Nwokolo Bahas Kegagalan Timnas U22 Indonesia di SEA Games 2025, Masukan untuk PSSI

Kompas.com, 20 Desember 2025, 06:31 WIB
Pratama Yudha,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mantan penyerang Timnas Indonesia, Greg Nwokolo, menyuarakan kritiknya pada PSSI terkait kegagalan Timnas U22 Indonesia di SEA Games 2025 Thailand.

Timnas U22 Indonesia harus merasakan kenyataan pahit tersingkir di fase grup cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2025.

Capaian buruk ini terjadi seusai Garuda Muda hanya mengumpulkan tiga poin hasil dari satu kemenangan dan satu kekalahan pada babak penyisihan grup.

Koleksi poin tersebut tak cukup mengantarkan Indonesia ke semifinal setelah kalah produktivitas gol dari Malaysia di jalur runner up terbaik.

Torehan negatif ini mengulang rekor buruk 16 tahun lalu pada SEA Games 2009 yang menjadi kali terakhir Indonesia gagal lolos dari fase grup.

Pahami Kekecewaan Timnas U22 Indonesia

Sebagai mantan pemain, Greg sangat memahami kekecewaan yang dirasakan oleh Ivar Jenner dkk.

Baca juga: Greg Nwokolo: Pelatih Baru Timnas Indonesia Harus Beri Hasil

Bahkan, tak hanya pemain yang kecewa, tetapi juga para pencinta sepak bola Tanah Air.

Sebab, sedari awal pasukan Indra Sjafri diliputi optimisme yang tinggi dengan membawa tiga pemain diaspora, mulai dari Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, dan Dion Markx. 

"Maksud saya, pasti kita semua kecewa. Karena kita semua berharap kita bisa paling tidak, bisa lebih baik. Tapi, itu telah terjadi," kata eks penggawa Persija Jakarta di sela-sela acara JMTV Awards 2025 di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Lebih lanjut, Greg mengaku sebenarnya enggan membahas masalah tersebut.

Sebab, menurutnya hal ini seperti menjadi kebiasaan dari Timnas Indonesia yang malah mengalami kemunduran ketika sudah menunjukkan progres positif.

Baca juga: Bung Harpa: John Herdman Calon Pelatih Timnas Indonesia Paling Realistis

Padahal, di era Shin Tae-yong, Timnas Indonesia berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian apik, termasuk menembus ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dan bahkan hampir menembus Olimpiade Paris 2024.

Tetapi, yang terjadi justru Indonesia tampil buruk pada gelaran SEA Games 2025 walaupun datang dengan status juara bertahan.

"Saya enggak mau terlalu bahas di sini karena ini sudah terlalu kebiasaan. Kita maju 10 langkah dan kemudian mundur lagi. Sepertinya mulai seperti itu lagi," ucap Greg.

Kritik PSSI

Kendati demikian, pria kelahiran Nigeria itu berharap PSSI bisa segera berbenah karena prestasi timnas juga berhubungan erat dengan federasi.

Baca juga: Jordi Amat Ungkap Kunci untuk Timnas Indonesia Jika Ingin Lolos Piala Dunia 2030

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau