Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dua Tersangka Pembunuhan Pesepak Bola Ekuador Ditangkap

Kompas.com, 20 Desember 2025, 23:42 WIB
Firzie A. Idris

Penulis

KOMPAS.com — Kepolisian Ekuador menangkap dua tersangka terkait pembunuhan Mario Pineida, bek klub Barcelona de Guayaquil, yang tewas ditembak dalam sebuah serangan bersenjata pada pekan ini.

Kantor Kejaksaan Ekuador menyatakan dua tersangka berinisial Cristian P.G. dan Jimnery P.B. telah dihadapkan ke hadapan hakim pada Jumat (waktu setempat).

Hakim kemudian memerintahkan penahanan preventif terhadap keduanya dengan pertimbangan adanya cukup bukti serta risiko melarikan diri dari proses hukum.

Kronologi Penembakan di Guayaquil

Mario Pineida ditembak hingga tewas pada Rabu (17/12/2025) dalam sebuah serangan yang juga merenggut nyawa pasangannya serta melukai ibunya.

Peristiwa penembakan pemain berusia 33 tahun tersebut terjadi di kawasan Samanes, wilayah utara kota Guayaquil, sekitar 265 kilometer barat daya ibu kota Quito.

Rekaman kamera pengawas di lokasi menunjukkan Pineida dan pasangannya baru saja keluar dari sebuah toko daging sebelum dihampiri dua pelaku bersenjata.

Baca juga: Pemain Barcelona SC Mario Pineida Tewas dalam Penembakan di Ekuador

Salah satu pelaku mengenakan helm sepeda motor, sementara pelaku lainnya menggunakan topi. Hingga kini, otoritas setempat belum merilis identitas pasangan Pineida yang turut menjadi korban tewas.

Kematian Pineida memicu duka mendalam di kalangan klub-klub sepak bola Amerika Latin serta para penggemar, yang mengenang kontribusinya di level klub dan tim nasional.

Karier Internasional dan Gelombang Kekerasan

Mario Pineida tercatat delapan kali membela tim nasional Ekuador. Ia terakhir kali memperkuat timnas pada ajang Copa America 2021, ketika masuk sebagai pemain pengganti dalam laga fase grup melawan Brasil.

Pineida juga tampil pada Copa America 2017 tetapi ia kini sudah tidak masuk perhitungan dalam skuad Ekuador yang lolos ke Piala Dunia 2026.

Kasus Pineida menambah daftar panjang insiden kekerasan bersenjata yang menimpa dunia sepak bola Ekuador, khususnya di Guayaquil.

Pada November lalu, seorang pesepak bola berusia 16 tahun dari Independiente del Valle meninggal dunia akibat peluru nyasar di kota yang sama.

Dua bulan sebelumnya, Maicol Valencia dan Leandro Yépez, pemain klub Exapromo Costa, serta Jonathan González dari klub 22 de Junio, juga tewas akibat luka tembak.

Rangkaian peristiwa ini menegaskan meningkatnya eskalasi kekerasan di Ekuador yang turut berdampak pada komunitas olahraga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau