Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Legenda Samakan Situasi Vinicius dan Mbappe dengan Romario di Barcelona

Kompas.com, 24 Desember 2025, 19:44 WIB
Firzie A. Idris

Penulis

KOMPAS.com - Situasi Real Madrid belakangan menjadi sorotan setelah performa Vinicius Junior menurun seiring kehadiran Kylian Mbappe.

Legenda Barcelona, Jose Mari Bakero, melihat kondisi yang menimpa kubu Real Madrid memiliki kemiripan dengan dinamika yang pernah dialami ruang ganti Barcelona pada awal 1990-an.

Berbicara di program El Larguero milik Cadena SER, Jose Mari Bakero membandingkan situasi Vinicius–Mbappe dengan periode ketika Romario bergabung dengan Barcelona pada 1993, yang kala itu sudah diperkuat Hristo Stoichkov.

Perubahan Peran di Real Madrid

Musim Vinicius disebut mengalami penurunan signifikan.

Ia finis sebagai runner-up Ballon d’Or pada 2024 berkat torehan 24 gol dan 11 assist dari 39 laga di semua kompetisi.

Dirinya juga berhasil mencetak gol di final Liga Champions kontra Dortmund yang memberikan Real Madrid gelar.

Baca juga: Nico Paz Tanggapi Isu ke Real Madrid: Saya Tidak Memikirkannya

Namun, penyerang asal Brasil itu mandek dan hanya mencatatkan 13 gol dalam 12 bulan terakhir.

Situasi tersebut diperparah dengan belum adanya perpanjangan kontrak serta reaksi negatif dari publik Santiago Bernabeu kepada tingkah lakunya di dalam lapangan.

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, merayakan gol pada laga Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan RCD Espanyol di stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada tanggal 20 September 2025.AFP/OSCAR DEL POZO Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, merayakan gol pada laga Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan RCD Espanyol di stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada tanggal 20 September 2025.

Sebaliknya, Mbappe langsung mengambil peran sentral sebagai figur utama dan menjadi pemimpin di dalam tim.

Perubahan ini disebut menggeser keseimbangan internal, baik di ruang ganti maupun di mata suporter.

Kilas Balik Barcelona 1993

Bakero mengenang musim panas 1993 saat Romario datang ke Camp Nou.

Menurutnya, sebelum kedatangan penyerang Brasil tersebut, Barcelona memiliki struktur relatif stabil dengan Stoichkov, Ronald Koeman, dan Michael Laudrup sebagai pilar utama.

“Ketika Romario datang, masuk dua pemain dengan kepribadian sangat menonjol. Itu mengubah keseimbangan tim,” ujar pria yang tampil dalam dua Piala Dunia bersama Spanyol ini..

Baca juga: Lyon Resmi Pinjam Endrick dari Real Madrid hingga Akhir Musim

"Dalam kasus kami, Stoichkov dan Romario kehilangan ketajaman mereka. Masalahnya adalah mereka tak mengerti peran satu sama lain dan semua menjadi luar biasa rumit."

Dua Situasi yang Berjalan Paralel

Bakero menilai dinamika serupa kini terjadi di Real Madrid.

Pria yang memperkuat Barcelona dari 1988 hingga 1996 ini menyebut ketidaksinkronan peran dapat berdampak langsung pada performa individu.

Menurut Bakero, situasi seperti ini menuntut kejelasan peran agar keseimbangan tim tetap terjaga. Jika tidak, gesekan di ruang ganti berpotensi memengaruhi performa kolektif klub.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau