Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ASIOP Gaet Fakhri Husaini Jadi Dirtek, Fokus Cetak Pemain untuk Timnas

Kompas.com, 7 Februari 2026, 12:38 WIB
Indra Citra Sena,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - ASIOP terus membuat gebrakan untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Akademi ternama yang telah 29 tahun berdiri ini resmi merekrut Fakhri Husaini.

Kontribusi ASIOP terhadap sepak bola Indonesia, terutama pembinaan pemain muda, sudah tak perlu diragukan lagi. Mereka telah banyak melahirkan nama-nama besar berlabel Timnas.

Contoh pemain jebolan ASIOP antara lain Andritany Ardhiyasa, Achmad Jufriyanto, Adam Alis, Syamsir Alam, Egy Maulana Vikri, Ji Da Bin, Marselinus Lama Ola, dan terbaru Chico Jericho di Timnas U17.

Perekrutan Fakhri Husaini, yang notabene eks pelatih Timnas Indonesia U16 dan U19, adalah bagian dari misi besar ASIOP mencetak lebih banyak lagi pemain muda berkualitas.

Baca juga: ASIOP Tuan Rumah Turnamen Mini Soccer, Inspirasi dari Pemain Timnas U20 Indonesia

Fakhri menggantikan pelatih asal Spanyol, Pedro Javier Banuelos Saez, yang kini mengemban peran baru sebagai Penasihat Teknis ASIOP.

Kehadiran Fakhri di ASIOP diharapkan mampu memperkaya filosofi kepelatihan dan memperkuat jalur pembinaan menuju level elite.

Pelatih berusia 60 tahun itu dikenal memiliki karakter kuat serta rekam jejak panjang dan terbukti dalam pembinaan usia muda.

Tekad Fakhri Husaini bersama ASIOP

Dalam pernyataannya, Fakhri menyampaikan rasa bangga dan tanggung jawab besar atas amanah dan kepercayaan yang diberikan ASIOP.

Baca juga: Liga 4 Jakarta Berputar Usai Lebaran, Juara Bertahan ASIOP FC Jadi Tuan Rumah

“ASIOP adalah akademi dengan sejarah, prestasi, dan visi yang jelas," kata Fakhri Husaini di ASIOP Stadium, Jumat (6/2/2026). 

"Slogan ‘Rise the World’ memperlihatkan sebuah target nyata yang hanya bisa dicapai melalui proses pembinaan yang konsisten, disiplin, dan berkarakter." 

"Saya merasa terhormat mendapatkan amanah dan dipercaya menjadi bagian dari perjalanan besar ASIOP,” ujarnya.

Fakhri menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membangun pemain muda yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga kuat secara mental dan memiliki identitas bermain yang jelas.

Baca juga: Pengamat Bahas Wajah Baru Timnas U17 Indonesia, Nova Muluskan Transisi

“Pembinaan usia muda adalah fondasi sepak bola nasional. Saya ingin memastikan setiap pemain dibentuk dengan karakter juara," jelas Fakhri 

"Kemudian pemahaman taktik yang modern, serta kecintaan terhadap proses. Dari sinilah pemain-pemain yang siap bersaing di level tertinggi akan lahir,” tandasnya.

Peluncuran Jersey Baru ASIOP

Pengumuman Fakhri Husaini sebagai Direktur Teknik bersamaan dengan peluncuran jersey musim 2026 keluaran Mills dan bus baru milik ASIOP sendiri. 

Halaman:


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau