Penulis
KOMPAS.com - Timnas Malaysia menghadapi kemungkinan sanksi lanjutan setelah keputusan dari Court of Arbitration for Sport atau CAS.
Lembaga tersebut menguatkan hukuman skorsing selama 12 bulan terhadap tujuh pemain naturalisasi Malaysia.
Ketujuh pemain bodong Malaysia itu dinilai terlibat dalam pemalsuan dokumen untuk memenuhi syarat naturalisasi.
Kasus tersebut pertama kali muncul pada September 2025 setelah FIFA menemukan dokumen tidak sah dalam proses administrasi pemain.
Selain skorsing selama satu tahun, FIFA juga menjatuhkan denda kepada para pemain tersebut serta kepada Football Association of Malaysia.
Setelah keputusan CAS, kasus ini kini dibahas oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) melalui Komite Disiplin dan Etika.
Proses ini dilakukan untuk menentukan kemungkinan sanksi tambahan.
Baca juga: Kecewa Putusan CAS, FAM Tegaskan 7 Pemain Naturalisasi Tetap Berstatus Warga Negara Malaysia
Sekretaris Jenderal AFC, Windsor Paul John, menyatakan bahwa komite disiplin akan memeriksa kasus tersebut secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.
Menurutnya, proses peninjauan dapat berlangsung sekitar satu minggu.
Seluruh dokumen serta fakta terkait akan dipelajari sebelum sanksi ditetapkan.
"AFC akan menyerahkannya kepada Komite Disiplin dan Etika AFC untuk tindakan dan investigasi lebih lanjut, yang mungkin membutuhkan waktu hingga satu minggu untuk menentukan hasilnya," terang Windsor.
Pemain Timnas Malaysia, Facundo Tomas Garces, menjadi salah satu pemain naturalisasi bermasalah yang turun dalam laga Malaysia vs Vietnam di putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027 pada 10 Juni 2025.(Photo by Mohd RASFAN / AFP)Baca juga: Respons FAM soal Putusan CAS Terkait Skandal Naturalisasi Malaysia
Ia juga menyebut beberapa jenis hukuman dapat diterapkan jika ditemukan pelanggaran terhadap regulasi.
"Jika Anda mengikuti aturan, hukuman yang dapat dikenakan pada FAM dan skuad Harimau Malaya termasuk pengurangan poin dan beberapa hukuman lainnya."
"Namun, saya belum bisa mengatakan semuanya karena itu akan ditentukan oleh Komite Disiplin dan Etika AFC," kata Windsor, dikutip dari SuperBall.id, Jumat (6/3/2026).
Potensi pengurangan poin dapat memengaruhi posisi Malaysia di klasemen Kualifikasi Piala Asia 2027.